Jakarta - Tidak sedikit wanita yang khawatir keindahan
tubuhnya, terutama payudara berubah karena menyusui anak. Kekhawatiran
tersebut sebenarnya tidak beralasan dan hanya mitos belaka.
"Itu
sebetulnya mitos. Sebenarnya payudara berubah bentuknya ketika wanita
hamil," ujar Deputy Chairwoman Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)
Nia Umar saat berbincang dengan wolipop Kamis (19/9/2012).
Nia
menjelaskan, ketika hamil, payudara wanita membentuk jaringan-jaringan
yang akan dipersiapkan untuk menyusui. Fase pembentukan jaringan itu
disebut lactogenesis 1. Ketika hamil inilah payudara mulai membesar.
Pada fase tersebut, payudara juga mulai memproduksi kolostrum.
Ibu
dua anak yang berpengalaman sebagai konselor ASI itu menekankan,
sebenarnya perubahan bentuk payudara wanita terjadi karena kehamilan
bukan menyusui. Ditambahkannya, kalaupun tidak hamil atau menyusui,
seiring pertambahan usia pun payudara juga akan turun.
"Ada
faktor alam, daya gravitasi, seiring dengan usia akan turun," jelas Nia
yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Konselor Menyusui Indonesia.
Sebagai
konselor, ketika menemui wanita yang khawatir payudaranya turun karena
menyusui, Nia tentu saja langsung meluruskan mitos tersebut. Dia
mengatakan kalau perubahan bentuk payudara ini merupakan proses alami.
"Setelah
hamil, melahirkan, menyusui dan seterusnya. Ibaratnya badan kita
seperti komputer, semua sudah jalan tapi ada satu program hardware yang
nggak perna dipakai, lama-lama hardware itu akan rusak," tuturnya.
Nia
juga menjelaskan, menyusui sudah terbukti memiliki manfaat jangka
panjang untuk kesehatan wanita terutama payudara. Wanita yang menyusui
bayinya selama lebih dari satu tahun mengalami penurunan risiko kanker
payudara dan kanker ovarium sebesar 28 persen.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar