London - Kabar baik datang untuk Pejudo Wanita Arab
Saudi, Wojdan Shaherkani, setelah dirinya dizinkan untuk tetap
mengenakan jilbab saat bertanding di Olimpiade 2012.
Wojdan
adalah satu dari dua atlet wanita yang ada di dalam kontingen Arab
Saudi yang bertolak ke London. Ini merupakan keberhasilan Komite
Olimpiade (IOC) yang mampu "menekan" Arab Saudi bersama beberapa negara
Islam lainnya seperti Qatar dan Brunei Darussalam, agar mengirimkan
atlet-atlet wanita mereka.
Sebelumnya negara-negara Islam banyak yang menolak mengirimkan atlet wanita karena larangan mengenakan Jilbab.
Namun,
niatan Wojdan memakai jilbab awalnya mendapat tentangan dari Federasi
Judo Internasional (IJF) karena dinilai akan membahayakan Wojdan saat
sedang bertarung dengan lawan.
Setelah dilakukan perundingan antara pihak Arab Saudi dengan IOC serta IJF, akhirnya Wojdan diperbolehkan mengenakan head scarf
sebagai pengganti jilbab. Juru bicara IJF, Nicolas Messner, sudah
mengonfirmasi jika Wojdan (16 tahun) boleh berlaga di nomor 78 kg.
"Mereka
setuju dengan desain-nya dan dia akan bertanding dengan dengan
mengenakan desain itu," tutur juru bicara tim Arab Saudi, Razan Baker,
seperti dilansir Reuters.
Selain Wojdan, atlet wanita Arab Saudi lainnya adalah Sarah Attar yang turun di cabang atletik nomor lari 800 meter.
Senin, 30 Juli 2012
Jumat, 27 Juli 2012
Bayi Cerdas, Ibu Sehat
PP
No.33 tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif mengukuhkan kewajiban Ibu memberikan
ASI Eksklusif pasca melahirkan. Apa sebenarnya ASI Eksklusif itu?
Dalam Bab I pasal 1 ayat 2 PP tersebut,
pengertian ASI Eksklusif yakni ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, tanpa
menambahkan dan atau mengganti dengan makanan
atau minuman lain.
Pemberian ASI secara mutlak, penting
dilakukan, mengingat manfaat yang akan diperoleh si bayi. Menurut Badan
Kesehatan Dunia (WHO) hal ini untuk menghindari alergi dan menjamin kesehatan
bayi secara optimal. Karena di usia ini, bayi belum memiliki enzim pencernaan
sempurna untuk mencerna makanan atau minuman lain. Meski begitu, kebutuhan si
buah hati akan zat gizi akan terpenuhi jika mengonsumi ASI.
Selain itu, ASI jauh lebih sempurna
dibandingkan susu formula mana pun yang biasanya berbahan susu sapi. Kandungan
protein dan laktosa pada susu manusia dan susu sapi itu berbeda. Susu sapi
kadar proteinnya lebih tinggi, yakni 3,4 persen sedangkan susu manusia hanya
0.9 persen. Kadar laktosa susu manusia lebih tinggi yakni 7 persen sedangkan
susu sapi hanya 3,8 persen.
Fungsi dari kedua zat gizi ini bertolak
belakang. Laktosa sangat penting dalam proses pembentukan myelin otak. Myelin
atau pembungkus saraf ini bertugas mengantarkan rangsangan yang diterima si
bayi. Saat menyusu rangsangan yang diterima oleh si bayi seperti mencium bau
ibunya serta mendengar dan merasakan napas sang bunda.
Sementara susu sapi, kandungan protein yang
tinggi diperlukan untuk membantu pembentukan otot. Sapi, memang butuh otot kuat
untuk melakukan pekerjaan berat, seperti menarik gerobak.
Hasil penelitian dari Oxford University dan
Institute for Social and Economic Research sebagaimana dilansir Daily Mail,
menyebutkan bahwa anak bayi yang mendapat ASI Eksklusif akan tumbuh menjadi anak yang lebih
pintar dalam membaca, menulis, dan matematika. Salah satu peneliti, Maria
Iacovou mengemukakan asam lemak rantai panjang (long chain fatty acids) yang terkandung di dalam ASI membuat otak
bayi berkembang.
Ibu
Sehat
Ibu pemberi ASI secara eksklusif, ternyata
juga mendapatkan manfaat lain yang sangat berguna bagi kesehatannya. Dengan
menyusui, si ibu bisa lebih terlindungi dari ancaman kanker ovarium dan
payudara. Hal ini disebabkan karena proses menyusui mempunyai efek pada
keseimbangan hormon wanita.
Selain itu, pemberian ASI segera setelah
melahirkan akan meningkatkan kontraksi rahim, yang berarti mengurangi risiko
perdarahan setelah melahirkan. Ini karena pada ibu yang menyusui terjadi
peningkatan kadar oksitosin yang berguna untuk penutupan pembuluh darah
sehingga perdarahan lebih cepat berhenti.
Di samping berdampak positif pada
kesehatan, menyusui juga membantu ibu menurunkan berat badan usai melahirkan.
Karena ketika menyusui, sekitar 500 kalori terbakar setiap harinya. Hingga,
sangat memungkinkan si ibu memulihkan postur tubuhnya seperti sebelum melahirkan.
Bagi yang berencana ikut Keluarga Berencana
(KB) namun belum menemukan alat kontrasepsi yang pas, aktivitas menyusui secara
eksklusif juga dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan
sebagai alat kontrasepsi alamiah. Secara umum, metode ini dikenal sebagai
Metode Amenorea Laktasi (MAL).
Berbagai
dukungan
Menyadari begitu banyaknya manfaat yang
diperoleh dari pemberian ASI Eksklusif, maka pemerintah sangat mendukung gerakan ini. Tak
tanggung-tanggung, bentuk dukungan tersebut dituangkan dalam Peraturan
Pemerintah bernomor 33 tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif.
Secara umum PP yang disahkan Maret lalu
itu, menggambarkan secara jelas keberpihakan pemerintah terhadap gerakan
pemenuhan ASI Eksklusif. Dalam tujuannya disebutkan bahwa hal ini untuk menjamin hak bayi
dan memberikan perlindungan pada ibunya. Sekaligus juga mengajak banyak pihak
untuk mendukungnya, seperti keluarga, masyarakat, termasuk Pemerintah Daerah
dan Pemerintah.
Tuntutan peran serta berbagai pihak
sebagaimana disebut di atas, dapat dipahami. Karena, seringkali kegagalan
pemberian ASI Eksklusif justru datang dari keluarga. Misalnya, karena adanya
kekuatiran si bayi masih kelaparan jika hanya diberi ASI.
Di samping keluarga, tempat kerja sangat
mungkin juga menjadi pengganggu kelancaran proses pemberian air susu tersebut.
Di antaranya disebabkan oleh ketidaktersediaan tempat untuk memerah air susu
atau terbatasi waktu kerja.
Mengantasipasi faktor-faktor penghalang
ini, maka diharapkan ada kesepakatan antara karyawan dengan pemilik perusahaan
atau pengusaha. Pengurus tempat kerja diwajibkan memberikan kesempatan kepada
ibu yang bekerja untuk memberikan ASI Eksklusif kepada Bayi atau memerah ASI
selama waktu kerja di tempat kerja.
Bahkan tempat atau sarana umum pun dihimbau
untuk menyediakan fasilitas bagi ibu yang sedang menyusui.
Peran
Bidan
Bidan sangat popular di kalangan ibu-ibu
kita. Tak sedikit wanita melahirkan di rumah sakit bersalin dengan mengandalkan
bidan untuk membantu proses kelahiran.
Bahkan di kalangan masyarakat menengah ke bawah, bidan lebih dikenal
ibu-ibu hamil dibanding dokter kandungan. Maka, peran bidan cukup sentral dalam
mensosialisasikan pemberian ASI Eksklusif ini.
Sebagai bagian dari tenaga kesehatan, bidan
juga dokter diwajibkan memberikan pemahaman tentang pemberian ASI Eksklusif tersebut.
Kalangan ini diminta melaksanakan Program Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
Pemerintah lewat PP Nomor 33, menginginkan
kesadaran dan kesediaan memberikan ASI eksklusif mewabah di kalangan ibu-ibu.
Dan pundak tenaga kesehatan juga penyelenggaran fasilitas pelayanan kesehatan
menjadi tumpuan penting untuk memasyarakatnya. Bila mereka ini abai, maka akan
dikenai sanksi secara bertahap, dari tertulis hingga pencabutan izin. **
Kamis, 26 Juli 2012
Trio Macan: Kami Bisa Berubah
JAKARTA - Trio Macan akan menyuguhkan penampilan
berbeda di bulan Ramadan nanti. Grup yang terdiri dari Lia, Ifa, dan
Dian tersebut akan mengeluarkan single religi yang akan rilis di bulan
Ramadan.
"Single religi sudah matang dan siap disajikan. Tinggal berharap respon dari masyarakat saja terhadap kami bertiga, mudah-mudahan bisa diterima," kata Ifa, salah satu personel Trio Macan di Studio RCTI Kebon Jeruk Jakarta, Selasa (10/7).
Rencana single tersebut akan dikeluarkan beberapa hari sebelum Ramadan. "H-3 Ramadhan, kami udah siap keluarin," jelas Ifa.
Single religi ini, kata Ifa, merupakan momen yang tepat bagi Trio Macan untuk mengubah image. Menurutnya, upaya ini tidak dilakukan hanya di Ramadhan tapi beberapa bulan sebelumnya sudah dilakukan.
"Dari bulan-bulan kemarin udah ubah image, kami menjaga. Dengan adanya masalah kemarin, itu sentilan buat kami. Introspeksi, belajar dari pengalaman kemarin, pengen lebih baik," ungkap Ifa.
Ia juga meyakini bahwa dengan mengubah image penampilan, mereka tidak akan kehilangan fans dan job manggung. "Tanpa goyangan, penggemar trio macan sudah tahu bahwa Trio Macan yang sekarang udah berubah. Jad kami enggak pernah takut kehilangan itu semua," jelasnya.
Trio Macan mengubah penampilan mereka di bulan ramadan. Jika
biasanya sering mengenakan busana seksi, sekarang mereka memakai kostum
serba tertutup."Single religi sudah matang dan siap disajikan. Tinggal berharap respon dari masyarakat saja terhadap kami bertiga, mudah-mudahan bisa diterima," kata Ifa, salah satu personel Trio Macan di Studio RCTI Kebon Jeruk Jakarta, Selasa (10/7).
Rencana single tersebut akan dikeluarkan beberapa hari sebelum Ramadan. "H-3 Ramadhan, kami udah siap keluarin," jelas Ifa.
Single religi ini, kata Ifa, merupakan momen yang tepat bagi Trio Macan untuk mengubah image. Menurutnya, upaya ini tidak dilakukan hanya di Ramadhan tapi beberapa bulan sebelumnya sudah dilakukan.
"Dari bulan-bulan kemarin udah ubah image, kami menjaga. Dengan adanya masalah kemarin, itu sentilan buat kami. Introspeksi, belajar dari pengalaman kemarin, pengen lebih baik," ungkap Ifa.
Ia juga meyakini bahwa dengan mengubah image penampilan, mereka tidak akan kehilangan fans dan job manggung. "Tanpa goyangan, penggemar trio macan sudah tahu bahwa Trio Macan yang sekarang udah berubah. Jad kami enggak pernah takut kehilangan itu semua," jelasnya.
"Gaun panjang, selendang, busana tertutup. Biar penonton enggak bosan sama Trio Macan," ucapnya.
Tak hanya pakaian, Trio Macan juga menelurkan single religi di bulan ramadan tahun ini. "Ada single religi, judulnya 'Nabung Naik Haji'. Trio Macan bisa juga menyanyikan lagu religi dengan iringan musik yang tetap dangdut. Walaupun musiknya dangdut koplo, liriknya tetap religi," ujar Ifa, salah satu personel Trio Macan saat ditemui, Kamis (26/7).
Meski sempat mendapat hujatan karena dinilai seronok, Trio Macan ingin membuktikan bahwa mereka masih bisa berubah. "Ini harapan kami setelah dihujat dan dicaci. Kami ingin membuktikan bisa berubah dan lebih baik lagi. Kalau soal kostum, kami akan terus berubah," timpal Caca.
Datangnya bulan suci Ramadhan ternyata tak hanya dimanfaatkan oleh para musisi solo atau grup band untuk merilis album religi. Pedangdut pun menjadikan momen Ramadhan untuk menelorkan single religi bertajuk "Nabung Naik Haji".
Menurut pelantun "Iwak Peyek" ini, single religi tersebut cukup sederhana. "Iringan musiknya tetap dangdut, tapi liriknya religi," ujar Ifa, salah satu personil Trio Macam saat ditemui di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (26/7).
Melalui single ini, mereka ingin membuktikan bahwa Trio Macan juga bisa berubah. "Ini harapan kami setelah dihujat dan dicaci," lanjut salah satu personil, Ifa. "Kami ingin membuktikan bahwa kami bisa berubah dan bisa lebih baik lagi."
Sebagai bentuk komitmennya untuk berubah, grup dangdut yang digawangi Ifa, Dian dan Lia ini memulai dengan berpenampilan lebih sopan ketika di atas panggung. "Kita membenahi masalah kostum," imbuhnya. "Kalau manggung lagu religi pakai busana tertutup, gaun panjang lengkap dengan selendangnya."
Tak hanya itu, mereka juga mulai mengurangi goyangan yang dianggap seronok oleh sebagian masyarakat. "Kita sudah niat, meski belum sepenuhnya. Bulan puasa ini kita mulai menguranginya," tutupnya.
Rabu, 25 Juli 2012
Ibu Pengaruhi Proses Seksualisasi Anak Perempuannya
Dalam studi ini, peneliti tak menemukan kaitan antara jumlah acara TV
atau film yang ditonton para gadis berusia 6-9 tahun dan risiko
seksualisasinya. Seksualisasi sendiri didefinisikan sebagai penilaian
diri sendiri terhadap daya tarik seksual yang dimiliki atau
memperlakukan diri sendiri sebagai sebuah obyek seksual.
Peneliti menemukan bahwa diantara para gadis yang banyak menonton TV dan film, gadis yang ibunya seringkali mengkhawatirkan penampilannya berisiko lebih tinggi mengalami seksualisasi dini. Hal ini menunjukkan bahwa ibu memegang kunci penting dalam menentukan apakah anak gadisnya yang terpapar berbagai media itu akan mengalami seksualisasi atau tidak.
"Para gadis yang banyak menonton media massa, terutama yang membawa pesan-pesan seksual dan memiliki ibu yang sangat memperhatikan penampilannya akan mengalami seksualisasi dini. Namun dengan begini orangtua jadi tahu mereka harus berbuat sesuatu untuk mencegah seksualisasi dini pada anak gadis mereka," kata peneliti Christy Starr dari Knox College, Galesburg, Ill.
Studi ini melibatkan 60 gadis dari berbagai sekolah negeri dan sebuah studio tari di Midwest. Para gadis ini diberi dua boneka yang pakaiannya berbeda. Satu boneka 'terseksualisasi' dan didandani dengan pakaian yang buka-bukaan dan ketat sedangkan boneka satunya didandani secara lebih konservatif dengan sweater dan celana panjang saja.
Lalu partisipan diberi sejumlah pertanyaan tentang kedua boneka tersebut, termasuk boneka mana yang ingin mereka tiru dan penampilan seperti apa yang mereka pikir akan mencerminkan 'gadis terpopuler di sekolah'.
Sebagian besar partisipan (68 persen) mengaku memilih untuk tampil seperti boneka yang seksual dan 72 persen menyatakan boneka yang seksi itu sesuai dengan deskripsi 'gadis terpopuler di sekolah'.
Ibu partisipan juga ditanyai seberapa peduli diri mereka terhadap pakaian yang dipakainya dan apakah para ibu ini memikirkan penampilan mereka selama beberapa kali sehari. Pertanyaan ini ditujukan untuk mengukur penilaian diri ibu.
Hasilnya, diantara para gadis yang banyak menonton TV dan film, gadis yang ibunya terlalu obyektif terhadap dirinya sendiri cenderung untuk memilih boneka seksi sebagai cerminan gadis terpopuler.
Temuan lain dari studi ini menunjukkan bahwa orangtua bisa mencegah seksualisasi dini dengan membicarakan tentang berbagai hal yang anak perempuan mereka lihat.
Para ibu dalam studi ini yang mengaku memberikan instruksi tentang konten suatu acara TV yang anak-anak perempuannya lihat (seperti mendiskusikan apakah situasi di acara tersebut realistis atau apakah aksi dari beberapa karakter di dalam sebuah tayangan itu baik atau buruk) akan memiliki anak perempuan yang berisiko seksualisasi dini lebih rendah, terang Starr.
"Ibu yang tidak terlalu memperhatikan penampilannya mengirimkan semacam pesan kepada anak-anak perempuannya bahwa ada berbagai hal yang lebih penting dan berharga daripada sekedar menjadi 'seksi'," pungkasnya seperti dilansir dari myhealthnewsdaily, Kamis (26/7/2012).
Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Sex Roles.
Peneliti menemukan bahwa diantara para gadis yang banyak menonton TV dan film, gadis yang ibunya seringkali mengkhawatirkan penampilannya berisiko lebih tinggi mengalami seksualisasi dini. Hal ini menunjukkan bahwa ibu memegang kunci penting dalam menentukan apakah anak gadisnya yang terpapar berbagai media itu akan mengalami seksualisasi atau tidak.
"Para gadis yang banyak menonton media massa, terutama yang membawa pesan-pesan seksual dan memiliki ibu yang sangat memperhatikan penampilannya akan mengalami seksualisasi dini. Namun dengan begini orangtua jadi tahu mereka harus berbuat sesuatu untuk mencegah seksualisasi dini pada anak gadis mereka," kata peneliti Christy Starr dari Knox College, Galesburg, Ill.
Studi ini melibatkan 60 gadis dari berbagai sekolah negeri dan sebuah studio tari di Midwest. Para gadis ini diberi dua boneka yang pakaiannya berbeda. Satu boneka 'terseksualisasi' dan didandani dengan pakaian yang buka-bukaan dan ketat sedangkan boneka satunya didandani secara lebih konservatif dengan sweater dan celana panjang saja.
Lalu partisipan diberi sejumlah pertanyaan tentang kedua boneka tersebut, termasuk boneka mana yang ingin mereka tiru dan penampilan seperti apa yang mereka pikir akan mencerminkan 'gadis terpopuler di sekolah'.
Sebagian besar partisipan (68 persen) mengaku memilih untuk tampil seperti boneka yang seksual dan 72 persen menyatakan boneka yang seksi itu sesuai dengan deskripsi 'gadis terpopuler di sekolah'.
Ibu partisipan juga ditanyai seberapa peduli diri mereka terhadap pakaian yang dipakainya dan apakah para ibu ini memikirkan penampilan mereka selama beberapa kali sehari. Pertanyaan ini ditujukan untuk mengukur penilaian diri ibu.
Hasilnya, diantara para gadis yang banyak menonton TV dan film, gadis yang ibunya terlalu obyektif terhadap dirinya sendiri cenderung untuk memilih boneka seksi sebagai cerminan gadis terpopuler.
Temuan lain dari studi ini menunjukkan bahwa orangtua bisa mencegah seksualisasi dini dengan membicarakan tentang berbagai hal yang anak perempuan mereka lihat.
Para ibu dalam studi ini yang mengaku memberikan instruksi tentang konten suatu acara TV yang anak-anak perempuannya lihat (seperti mendiskusikan apakah situasi di acara tersebut realistis atau apakah aksi dari beberapa karakter di dalam sebuah tayangan itu baik atau buruk) akan memiliki anak perempuan yang berisiko seksualisasi dini lebih rendah, terang Starr.
"Ibu yang tidak terlalu memperhatikan penampilannya mengirimkan semacam pesan kepada anak-anak perempuannya bahwa ada berbagai hal yang lebih penting dan berharga daripada sekedar menjadi 'seksi'," pungkasnya seperti dilansir dari myhealthnewsdaily, Kamis (26/7/2012).
Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Sex Roles.
Selasa, 24 Juli 2012
Bermitra Menurunkan Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir
Upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir harus
melalui jalan yang terjal. Terlebih kalau itu dikaitkan dengan target
Millennium Development Goals (MDGs) 2015, yakni menurunkan Angka
Kematian Ibu (AKI) menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup, dan Angka
Kematian Bayi (AKB) menjadi 23 per 100.000 kelahiran hidup yang harus
dicapai. Waktu yang tersisa hanya tinggal tiga tahun. Tanpa upaya-upaya
luar biasa, tidak akan cukup waktu untuk mencapai sasaran itu.
Menurut hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001, penyebab langsung kematian ibu hampir 90 persen terjadi pada saat persalinan dan segera setelah persalinan. Sedangkan pada bayi, dua pertiga kematian terjadi pada masa neonatal (28 hari pertama kehidupan). Penyebabnya terbanyak adalah bayi berat lahir rendah dan prematuritas, asfiksia (kegagalan bernapas spontan) dan infeksi.
Berbagai upaya memang telah dilakukan untuk menurunkan kematian ibu, bayi baru lahir, bayi dan balita. Mulai dari penempatan bidan di desa, pemberdayaan keluarga dan masyarakat (buku KIA dan P4K), pembenahan fasilitas emergensi persalinan di Puskesmas dan RS, sampai program untuk menjamin pembiayaan 2,5 juta ibu hamil yang belum punya jaminan kesehatan melalui program Jaminan Persalinan (Jampersal).
Lalu bagaimana dengan kecenderungan angka kematian ibu sejauh ini, terutama setelah berbagai upaya dilakukan? Kalau mengacu pada hasil Survey Dasar Kesehatan Indonesia (SDKI) yang dilakukan selama kurun waktu 1994-2007, AKI memang terus menunjukkan tren menurun. Hasil SDKI 2007 menunjukkan AKI sebesar 228 per 100.000.
Namun, melihat tren penurunan AKI yang berlangsung lambat, dikhawatirkan sasaran MDG 5a tidak akan tecapai. Demikian juga dengan sasaran MDG 4. Perlu upaya lebih keras agar penurunan AKI dan AKB melebihi tren yang ada sekarang. Tidak bisa lagi upaya itu dilakukan secara business as usual. Upaya-upaya inovasi yang memiliki daya ungkit yang tinggi harus segera dikedepankan.
Jalan terjal yang harus dilalui dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi tentunya akan terasa berat bilamana harus dilakukan sendiri oleh Pemerintah. Untuk itu, Pemerintah Pusat dan Daerah menjalin kemitraan dengan para development partners untuk mengembangkan upaya-upaya inovatif berdaya ungkit tinggi untuk melakukan percepatan penurunan kematian ibu dan bayi baru lahir.
Upaya-upaya ini difokuskan pada penyebab utama kematian, pada daerah prioritas baik daerah yang memiliki kasus kematian tinggi pada ibu dan bayi baru lahir, serta pada daerah yang sulit akses pelayanan tanpa melupakan daerah-daerah lainnya.
Pemerintah Indonesia menjalin kerja sama dengan masyarakat internasional dengan prinsip kerja sama kemitraan, untuk mendukung upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi.
Kerja sama dengan berbagai development partners dalam bidang kesehatan ibu dan anak (KIA) telah berlangsung lama, antara lain kerjasama dengan Pemerintah Australia melalui program AIP MNH (Australia Indonesia Partnership for Maternal and Neonatal Health) sejak tahun 2008.
Program yang digulirkan di 14 Kabupaten di Provinsi NTT ini bertujuan menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui Revolusi Kesehatan Ibu dan Anak. Program ini bergerak dalam bidang pemberdayaan perempuan dan masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan KIA di tingkat puskesmas dan RS serta peningkatan tata kelola di tingkat kabupaten. Pengalaman menarik dari program ini adalah pengalaman kemitraan antara RS besar dan maju dengan RS kabupaten di NTT yaitu kegiatan sister hospital.
Kerjasama di bidang KIA juga dilakukan bersama-sama USAID melalui program MCHIP (Maternal & Child Integrated Program) di 3 kabupaten (Bireuen, Aceh, Serang-Banten dan Kab.Kutai Timur- Kalimantan Timur). Sementara kerjasama dengan JICA telah membuahkan hasil yang amat penting yaitu penerapan buku KIA di seluruh Indonesia.
Pemerintah juga menggandeng GAVI (Global Alliance for Vaccine & Immunization) untuk meningkatkan cakupan imunisasi dan KIA melalui berbagai kegiatan peningkatan partisipasi kader dan masyarakat, memperkuat manajemen puskesmas dan kabupaten/kota di beberapa kabupaten di 5 provinsi (Banten, Jabar, Sulsel, Papua Barat dan Papua).
Upaya kemitraan juga dilakukan dengan badan-badan dunia PBB, seperti UNICEF dan WHO. Dengan UNICEF, Kementerian Kesehatan melakukan peningkatan pemberdayaan keluarga dan masyarakat terkait kesehatan ibu dan anak dan peningkatan kualitas pelayanan anak melalui manajemen terpadu balita sakit (MTBS). Upaya ini dilakukan di beberapa wilayah kerja UNICEF seperti Aceh, Jawa Tengah, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur (kerjasama dengan Child Fund).
Sementara bersama-sama WHO, Kementerian Kesehatan memfasilitasi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak baik dalam dukungan penyusunan standar pelayanan maupun capacity building.
Awal tahun ini, tepatnya 26 Januari 2012 lalu, Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan USAID meluncurkan program EMAS (Expanding Maternal and Neonatal Survival) dalam rangka upaya percepatan penurunan kematian ibu dan bayi baru lahir.
Program yang akan dijalankan dalam kurun waktu 2012-2016 ini digulirkan di 6 provinsi terpilih yaitu Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan JawaTimur yang menyumbangkan kurang lebih 50 persen dari kematian ibu dan bayi di Indonesia.
Dalam pelaksanaannya di lapangan, Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan JHPIEGO, serta mitra-mitra lainnya seperti Save the Children, Research Triangle Internasional, Muhammadiyah dan Rumah Sakit Budi Kemuliaan.
Upaya yang akan dilaksanakan adalah peningkatan kualitas pelayanan emergensi obstetri dan neonatal dengan cara memastikan intervensi medis prioritas yang mempunyai dampak besar pada penurunan kematian dan tata kelola klinis (clinical governance) diterapkan di RS dan Puskesmas.
Upaya lain dalam program EMAS ini adalah memperkuat sistem rujukan yang efisien dan efektif mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas sampai ke RS rujukan di tingkat kabupaten/kota.
Dukungan berbagai pihak
Tekad dan tujuan Kementerian Kesehatan untuk mencapai Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan dapat diraih dengan dukungan berbagai pihak, demi kesejahteraan masyarakat umumnya dan kesehatan ibu dan anak khususnya.
Pemerintah daerah, baik itu di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota diharapkan memupuk komitmen untuk terus memperkuat sistem kesehatan. Pemerintah provinsi diharapkan menganggarkan dana yang cukup besar untuk mendukung peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar dan rujukan. Pelayanan kesehatan dasar yang diberikan melalui Puskesmas hendaknya hendaknya diimbangi dengan ketersediaan RS Rujukan Regional dan RS Rujukan Provinsi yang terjangkau dan berkualitas.
Dukungan pemerintah provinsi diharapkan juga diimbangi dengan dukungan pemerintah kabupaten/kota dalam implementasi upaya penurunan kematian ibu dan bayi. Antara lain melalui penguatan SDM, ketersediaan obat-obatan dan alat kesehatan, anggaran, dan penerapan tata kelola yang baik (good governance) di tingkat kabupaten/kota.
Keberhasilan percepatan penurunan kematian ibu dan bayi baru lahir tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pelayanan kesehatan namun juga kemudahan masyarakat menjangkau pelayanan kesehatan disamping pola pencarian pertolongan kesehatan dari masyarakat.
Perbaikan infrastruktur yang akan menunjang akses kepada pelayanan kesehatan seperti transportasi, ketersediaan listrik, ketersediaan air bersih dan sanitasi, serta pendidikan dan pemberdayaan masyarakat utamanya terkait kesehatan ibu dan anak yang menjadi tanggung jawab sektor lain memiliki peran sangat besar.
Demikian pula keterlibatan masyarakat madani, lembaga swadaya masyarakat dalam pemberdayaan dan menggerakkan masyarakat sebagai pengguna serta organisasi profesi sebagai pemberi pelayanan kesehatan. Tak ada harapan yang tak dapat diraih dengan karya nyata melalui kerja keras dan kerja cerdas semua pihak.
Menurut hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001, penyebab langsung kematian ibu hampir 90 persen terjadi pada saat persalinan dan segera setelah persalinan. Sedangkan pada bayi, dua pertiga kematian terjadi pada masa neonatal (28 hari pertama kehidupan). Penyebabnya terbanyak adalah bayi berat lahir rendah dan prematuritas, asfiksia (kegagalan bernapas spontan) dan infeksi.
Berbagai upaya memang telah dilakukan untuk menurunkan kematian ibu, bayi baru lahir, bayi dan balita. Mulai dari penempatan bidan di desa, pemberdayaan keluarga dan masyarakat (buku KIA dan P4K), pembenahan fasilitas emergensi persalinan di Puskesmas dan RS, sampai program untuk menjamin pembiayaan 2,5 juta ibu hamil yang belum punya jaminan kesehatan melalui program Jaminan Persalinan (Jampersal).
Lalu bagaimana dengan kecenderungan angka kematian ibu sejauh ini, terutama setelah berbagai upaya dilakukan? Kalau mengacu pada hasil Survey Dasar Kesehatan Indonesia (SDKI) yang dilakukan selama kurun waktu 1994-2007, AKI memang terus menunjukkan tren menurun. Hasil SDKI 2007 menunjukkan AKI sebesar 228 per 100.000.
Namun, melihat tren penurunan AKI yang berlangsung lambat, dikhawatirkan sasaran MDG 5a tidak akan tecapai. Demikian juga dengan sasaran MDG 4. Perlu upaya lebih keras agar penurunan AKI dan AKB melebihi tren yang ada sekarang. Tidak bisa lagi upaya itu dilakukan secara business as usual. Upaya-upaya inovasi yang memiliki daya ungkit yang tinggi harus segera dikedepankan.
Jalan terjal yang harus dilalui dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi tentunya akan terasa berat bilamana harus dilakukan sendiri oleh Pemerintah. Untuk itu, Pemerintah Pusat dan Daerah menjalin kemitraan dengan para development partners untuk mengembangkan upaya-upaya inovatif berdaya ungkit tinggi untuk melakukan percepatan penurunan kematian ibu dan bayi baru lahir.
Upaya-upaya ini difokuskan pada penyebab utama kematian, pada daerah prioritas baik daerah yang memiliki kasus kematian tinggi pada ibu dan bayi baru lahir, serta pada daerah yang sulit akses pelayanan tanpa melupakan daerah-daerah lainnya.
Pemerintah Indonesia menjalin kerja sama dengan masyarakat internasional dengan prinsip kerja sama kemitraan, untuk mendukung upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi.
Kerja sama dengan berbagai development partners dalam bidang kesehatan ibu dan anak (KIA) telah berlangsung lama, antara lain kerjasama dengan Pemerintah Australia melalui program AIP MNH (Australia Indonesia Partnership for Maternal and Neonatal Health) sejak tahun 2008.
Program yang digulirkan di 14 Kabupaten di Provinsi NTT ini bertujuan menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui Revolusi Kesehatan Ibu dan Anak. Program ini bergerak dalam bidang pemberdayaan perempuan dan masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan KIA di tingkat puskesmas dan RS serta peningkatan tata kelola di tingkat kabupaten. Pengalaman menarik dari program ini adalah pengalaman kemitraan antara RS besar dan maju dengan RS kabupaten di NTT yaitu kegiatan sister hospital.
Kerjasama di bidang KIA juga dilakukan bersama-sama USAID melalui program MCHIP (Maternal & Child Integrated Program) di 3 kabupaten (Bireuen, Aceh, Serang-Banten dan Kab.Kutai Timur- Kalimantan Timur). Sementara kerjasama dengan JICA telah membuahkan hasil yang amat penting yaitu penerapan buku KIA di seluruh Indonesia.
Pemerintah juga menggandeng GAVI (Global Alliance for Vaccine & Immunization) untuk meningkatkan cakupan imunisasi dan KIA melalui berbagai kegiatan peningkatan partisipasi kader dan masyarakat, memperkuat manajemen puskesmas dan kabupaten/kota di beberapa kabupaten di 5 provinsi (Banten, Jabar, Sulsel, Papua Barat dan Papua).
Upaya kemitraan juga dilakukan dengan badan-badan dunia PBB, seperti UNICEF dan WHO. Dengan UNICEF, Kementerian Kesehatan melakukan peningkatan pemberdayaan keluarga dan masyarakat terkait kesehatan ibu dan anak dan peningkatan kualitas pelayanan anak melalui manajemen terpadu balita sakit (MTBS). Upaya ini dilakukan di beberapa wilayah kerja UNICEF seperti Aceh, Jawa Tengah, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur (kerjasama dengan Child Fund).
Sementara bersama-sama WHO, Kementerian Kesehatan memfasilitasi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak baik dalam dukungan penyusunan standar pelayanan maupun capacity building.
Awal tahun ini, tepatnya 26 Januari 2012 lalu, Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan USAID meluncurkan program EMAS (Expanding Maternal and Neonatal Survival) dalam rangka upaya percepatan penurunan kematian ibu dan bayi baru lahir.
Program yang akan dijalankan dalam kurun waktu 2012-2016 ini digulirkan di 6 provinsi terpilih yaitu Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan JawaTimur yang menyumbangkan kurang lebih 50 persen dari kematian ibu dan bayi di Indonesia.
Dalam pelaksanaannya di lapangan, Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan JHPIEGO, serta mitra-mitra lainnya seperti Save the Children, Research Triangle Internasional, Muhammadiyah dan Rumah Sakit Budi Kemuliaan.
Upaya yang akan dilaksanakan adalah peningkatan kualitas pelayanan emergensi obstetri dan neonatal dengan cara memastikan intervensi medis prioritas yang mempunyai dampak besar pada penurunan kematian dan tata kelola klinis (clinical governance) diterapkan di RS dan Puskesmas.
Upaya lain dalam program EMAS ini adalah memperkuat sistem rujukan yang efisien dan efektif mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas sampai ke RS rujukan di tingkat kabupaten/kota.
Dukungan berbagai pihak
Tekad dan tujuan Kementerian Kesehatan untuk mencapai Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan dapat diraih dengan dukungan berbagai pihak, demi kesejahteraan masyarakat umumnya dan kesehatan ibu dan anak khususnya.
Pemerintah daerah, baik itu di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota diharapkan memupuk komitmen untuk terus memperkuat sistem kesehatan. Pemerintah provinsi diharapkan menganggarkan dana yang cukup besar untuk mendukung peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar dan rujukan. Pelayanan kesehatan dasar yang diberikan melalui Puskesmas hendaknya hendaknya diimbangi dengan ketersediaan RS Rujukan Regional dan RS Rujukan Provinsi yang terjangkau dan berkualitas.
Dukungan pemerintah provinsi diharapkan juga diimbangi dengan dukungan pemerintah kabupaten/kota dalam implementasi upaya penurunan kematian ibu dan bayi. Antara lain melalui penguatan SDM, ketersediaan obat-obatan dan alat kesehatan, anggaran, dan penerapan tata kelola yang baik (good governance) di tingkat kabupaten/kota.
Keberhasilan percepatan penurunan kematian ibu dan bayi baru lahir tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pelayanan kesehatan namun juga kemudahan masyarakat menjangkau pelayanan kesehatan disamping pola pencarian pertolongan kesehatan dari masyarakat.
Perbaikan infrastruktur yang akan menunjang akses kepada pelayanan kesehatan seperti transportasi, ketersediaan listrik, ketersediaan air bersih dan sanitasi, serta pendidikan dan pemberdayaan masyarakat utamanya terkait kesehatan ibu dan anak yang menjadi tanggung jawab sektor lain memiliki peran sangat besar.
Demikian pula keterlibatan masyarakat madani, lembaga swadaya masyarakat dalam pemberdayaan dan menggerakkan masyarakat sebagai pengguna serta organisasi profesi sebagai pemberi pelayanan kesehatan. Tak ada harapan yang tak dapat diraih dengan karya nyata melalui kerja keras dan kerja cerdas semua pihak.
Senin, 23 Juli 2012
Belly Dance Diminati Berbagai Kalangan
Kurang lebih limabelas tahun terakhir, belly dancing juga cukup
naik daun di Australia. Rupanya demam belly dancing tidak hanya dari
benua Amerika dan Eropa saja namun juga melanda negeri Kangguru.
Bermula dari akhir tahun 70an sampai tahun 80 an ketika banyak
immigrant dari negara-negara Timur Tengah membanjiri Australia,
terutama dari Mesir dan Lebanon, juga Syria, yang mempopulerkan belly
dancing dalam acara-acara festival mereka kepada masyarakat setempat.
Gerakan-gerakan ritmik, sensual sekaligus enerjik, dan kostum yang
memikat aduhai, dan kental nuansa etnis plus iringan musik padang pasir
yang mendayu dan eksotik, menerbangkan khayalan pendengar dan penonton
ke suasana pekampungan suku Bedouin di tanah Arab, lambat laun menarik
minat penduduk lokal, dan sampai saat ini ternyata lumayan popular.
Seperti di Indonesia, Tempat-tempat kursus bermunculan bak jamur di
musim hujan, dan cukup banyak pula diminati masyarakat dari segala
umur. Jenis belly dancing yang diajarkan di Australia, lebih cenderung
belly dancing yang seperti ditampilkan di night club-night club yaitu
yang telah disesuaikan dengan fantasi Hollywood yang lebih erotik dan
suggestive, namun tak urung pula ada yang masih mengikuti konsep
aslinya yang lebih bersifat sosial dance dengan kostum yang tidak
begitu terbuka dan gerakan yang tidak begitu sugggestive.
Di Townsville sendiri di mana aku tinggal, cukup banyak kursus-kursus yang menawarkan belly dancing, konon, menurut salah seorang peserta kursus yang kukenal, setidaknya ada lebih dari sepuluh buah, dan juga ada beberapa toko yang sengaja menyediakan kostum dan assesori belly dancing. Dan karena suami dulu termasuk penggemar tarian sensual ini, pernah di suatu masa akupun belajar megal-megol di depan kaca menirukan gerakan video yang aku tonton, walau sekarang sudah tidak pernah megal-megol lagi, dan nampaknya juga minat suami sudah terbang entah kemana, walau aku masih menyimpan kostum yang meriah kenang-kenangan masa lampau. Ternyata bukan hanya diriku saja yang tergoda lenggak lenggok tari perut, melainkan juga teman-teman bahkan ada beberapa teman dekat yang malah kursus belly dancing di Townsville.
Di event-event tertentu ada beberapa restaurant di Townsville yang menyajikan tari sensual ini demi menarik minat para pelanggan. Belly dancing yang juga disebut dengan Oriental dance oleh orang Barat, atau juga Oryantal dansi dalam bahasa Turki, awalnya adalah merupakan tarian rakyat (folk dance) dalam peristiwa-peritiwa sosial, dalam bahasa arab disebut Raqs sharqi/raqs balad, yang mana tarian sosial ini ditarikan baik oleh kaum lelaki ataupun kaum perempuan segala umur, biasanya dipertunjukkan dalam acara-acara pernikahan, perayaan, atau sekedar berkumpul-kumpul antar sesama. Penari wanita lebih di kenal di Morocco, yang mana biasanya tarian ini hanya khusus untuk lingkup penonton wanita saja. Mengenai asal muasal belly dancing tidaklah diketahui secara pasti, ada yang mengatakan dari Yunani, Mesir, Syiria, Truki dan lain-lain.
Teori asal belly dancing, sebenarnya adalah lebih bersifat religi, yang mana dalam hal ini lebih ke budaya Islam. Biasanya belly dancing yang diperagakan oleh kaum lelaki khusus untuk audiens lelaki dan perempuan untuk audiens perempuan, disesuaikan dengan adanya pembatasan jenis kelamin, demikian pula dengan kostumnya yang jauh lebih tertutup. Dewasa ini, belly dancing lebih berkonotasi dengan konsep fantasi Hollywood seperti yang telah kusebutkan di atas, yaitu lengkap dengan stereotype pakaian yang lebih terbuka dan sangat sexy dan lebih memamerkan keindahan lekuk tubuh si penari dan gerakan-gerakan sensual dan erotik. Karena bermuasal dari budaya Islam, yang berakar di negara-negara Timur Tengah, yang sebagian penduduknya adalah pemeluk agama Islam, maka tak heranlah jika ada kalangan tertentu yang agak gerah dengan stereotype ini dan menganggap morally objectionable, apalagi dengan kostum yang sexy yang tentu saja bertentangan dengan ajaran Islam dan tak heranlah jika kalangan tersebut bahkan menuntut pemerintah untuk melarang praktek belly dancing apabila sudah tidak sesuai dengan tujuan semula.
Banyak perempuan, khususnya mereka yang mempraktekkan belly dancing, melihat belly dancing adalah sebagai tak lebih tarian khusus wanita yang diperuntukkan untuk kaumnya sebagai ungkapan rasa sensualitas dalam diri seorang wanita dan juga merasa adanya "power" tertentu sebagai seorang perempuan dewasa, as a woman's dance, celebrating the sensuality and power of being a mature woman. Belly dancing yang pertama-tama dikenal di negara-negara Barat adalah yang berasal dari Mesir, kemudian dengan berkembangnya jaman, juga popular pula belly dancing yang berasal dari Syria, Lebanon, dan juga Turkey. Di antara negara-negara tersebut, belly dancing yang berasal dari Turkey lebih ekspressif dalam goyangan maupun kostumnya yang dianggap lebih berani dan menggoda. Dengan ciri khas kostum sepasang Bra yang bermanik dan berpeyet yang biasanya berwarna keemasan, serta berbunyi criiiing...cring ...criingg jika bergoyang, demikian juga selendang/sabuk dan kerudung yang juga rame dengan assesori, belum lagi assesori rambut, gelang, anting-anting, kalung dan juga gelang kaki sebagai pelengkap, menonjolkan sensualitas sang penari. Sungguh sedap dipandang mata.
Di Townsville sendiri di mana aku tinggal, cukup banyak kursus-kursus yang menawarkan belly dancing, konon, menurut salah seorang peserta kursus yang kukenal, setidaknya ada lebih dari sepuluh buah, dan juga ada beberapa toko yang sengaja menyediakan kostum dan assesori belly dancing. Dan karena suami dulu termasuk penggemar tarian sensual ini, pernah di suatu masa akupun belajar megal-megol di depan kaca menirukan gerakan video yang aku tonton, walau sekarang sudah tidak pernah megal-megol lagi, dan nampaknya juga minat suami sudah terbang entah kemana, walau aku masih menyimpan kostum yang meriah kenang-kenangan masa lampau. Ternyata bukan hanya diriku saja yang tergoda lenggak lenggok tari perut, melainkan juga teman-teman bahkan ada beberapa teman dekat yang malah kursus belly dancing di Townsville.
Di event-event tertentu ada beberapa restaurant di Townsville yang menyajikan tari sensual ini demi menarik minat para pelanggan. Belly dancing yang juga disebut dengan Oriental dance oleh orang Barat, atau juga Oryantal dansi dalam bahasa Turki, awalnya adalah merupakan tarian rakyat (folk dance) dalam peristiwa-peritiwa sosial, dalam bahasa arab disebut Raqs sharqi/raqs balad, yang mana tarian sosial ini ditarikan baik oleh kaum lelaki ataupun kaum perempuan segala umur, biasanya dipertunjukkan dalam acara-acara pernikahan, perayaan, atau sekedar berkumpul-kumpul antar sesama. Penari wanita lebih di kenal di Morocco, yang mana biasanya tarian ini hanya khusus untuk lingkup penonton wanita saja. Mengenai asal muasal belly dancing tidaklah diketahui secara pasti, ada yang mengatakan dari Yunani, Mesir, Syiria, Truki dan lain-lain.
Teori asal belly dancing, sebenarnya adalah lebih bersifat religi, yang mana dalam hal ini lebih ke budaya Islam. Biasanya belly dancing yang diperagakan oleh kaum lelaki khusus untuk audiens lelaki dan perempuan untuk audiens perempuan, disesuaikan dengan adanya pembatasan jenis kelamin, demikian pula dengan kostumnya yang jauh lebih tertutup. Dewasa ini, belly dancing lebih berkonotasi dengan konsep fantasi Hollywood seperti yang telah kusebutkan di atas, yaitu lengkap dengan stereotype pakaian yang lebih terbuka dan sangat sexy dan lebih memamerkan keindahan lekuk tubuh si penari dan gerakan-gerakan sensual dan erotik. Karena bermuasal dari budaya Islam, yang berakar di negara-negara Timur Tengah, yang sebagian penduduknya adalah pemeluk agama Islam, maka tak heranlah jika ada kalangan tertentu yang agak gerah dengan stereotype ini dan menganggap morally objectionable, apalagi dengan kostum yang sexy yang tentu saja bertentangan dengan ajaran Islam dan tak heranlah jika kalangan tersebut bahkan menuntut pemerintah untuk melarang praktek belly dancing apabila sudah tidak sesuai dengan tujuan semula.
Banyak perempuan, khususnya mereka yang mempraktekkan belly dancing, melihat belly dancing adalah sebagai tak lebih tarian khusus wanita yang diperuntukkan untuk kaumnya sebagai ungkapan rasa sensualitas dalam diri seorang wanita dan juga merasa adanya "power" tertentu sebagai seorang perempuan dewasa, as a woman's dance, celebrating the sensuality and power of being a mature woman. Belly dancing yang pertama-tama dikenal di negara-negara Barat adalah yang berasal dari Mesir, kemudian dengan berkembangnya jaman, juga popular pula belly dancing yang berasal dari Syria, Lebanon, dan juga Turkey. Di antara negara-negara tersebut, belly dancing yang berasal dari Turkey lebih ekspressif dalam goyangan maupun kostumnya yang dianggap lebih berani dan menggoda. Dengan ciri khas kostum sepasang Bra yang bermanik dan berpeyet yang biasanya berwarna keemasan, serta berbunyi criiiing...cring ...criingg jika bergoyang, demikian juga selendang/sabuk dan kerudung yang juga rame dengan assesori, belum lagi assesori rambut, gelang, anting-anting, kalung dan juga gelang kaki sebagai pelengkap, menonjolkan sensualitas sang penari. Sungguh sedap dipandang mata.
Minggu, 22 Juli 2012
Kisah Inspiratif Perempuan Pejuang Mimpi
Setiap fase kehidupan manusia, dari bayi sampai dewasa, pasti akan menemui masalahnya masing-masing. Hal inilah yang dialami Meuthia Rizki. Di balik kesuksesannya sebagai sebagai top leader perusahaan kecantikan berbasis multi level marketing (MLM), ternyata Meuthia Rizki memiliki masa lalu yang cukup kelam. Namun segala upaya dan dukungan keluarga, terutama ibu dan suaminya, menjadi senjata utamanya untuk bangkit. Pengalaman bangkit dari keterpurukan ini dituangkan Meuthia dalam bukunya, Meuthia Rizki: Memeluk Mimpi Mendayung Harapan.
"Buku ini memaparkan cerita perjalanan hidup yang diharapkan bisa memotivasi banyak orang untuk bisa bangkit dari keterpurukan," tukas Meuthia Rizki kepada Kompas Female di The One Club, fX, Jakarta Selatan, Senin (16/07/2012) lalu.
Semasa kecil, Thia (panggilan akrab Meuthia) sudah harus mengalami berbagai masalah pelik seperti perceraian orangtua yang menyisakan trauma parah dalam hidupnya. Penderitaan yang datang bertubi-tubi tersebut sempat membuatnya mengalami berbagai masalah kesehatan, dari asma, masalah penglihatan, patah tulang karena kecelakaan, sampai menderita gagap. "Gagap merupakan salah satu masalah besar bagi anak-anak, karena mereka bisa dijauhi teman-temannya," ungkap Thia.
Faktanya, masalah tidak akan berhenti menghampiri kita. Setelah dewasa, masalah demi masalah masih tak henti juga menderanya. Jatuh bangun saat membangun bisnis dan sempat dilaporkan ke polisi karena masalah uang, belum lagi sindrom baby blues yang membuatnya semakin terpuruk. ",Namun, yang saya kagumi adalah adanya keyakinan Thia untuk tetap memelihara mimpinya dan tetap bangkit untuk bisa meraihnya walau sering menghadapi masalah," tukas Alberthiene Endah, yang menuliskan kisah hidup Meuthia.
Satu hal yang menjadi motivasi Thia untuk bisa bangkit adalah cinta sang bunda. Ibu menjadi sosok yang selalu mendukung dalam menjalankan setiap keputusan yang diambilnya. Selain itu, dukungan sang suami juga membuat Thia bisa bertahan menghadapi masalah dan meraih mimpi-mimpinya untuk bahagia. Dalam perjalanan hidupnya, Thia pun memetik satu pelajaran penting, bahwa kebahagiaan bisa dibangun dari rasa syukur pada setiap kondisi yang ada, baik susah maupun senang.
Pengalaman pahit yang pernah dialaminya mengajarkan Thia bahwa bahagia itu memang harus diciptakan dan diniatkan. Salah satu caranya adalah dengan mengenyahkan perasaan buruk, dan mengundang sebanyak mungkin pemikiran yang baik. Sebab, hidup meminta kita untuk belajar mengapresiasi apa yang kita alami.
12 tahun untuk sukses
Sempat bekerja sebagai seorang sekretaris di hotel, dan beberapa kali mencoba untuk bermain saham, pernah mengantarakan Thia dalam masalah besar dan nyaris dipenjara. Rentetan kejadian itu sempat membuatnya depresi, dan repotnya lagi terjadi saat ia sedang hamil. Namun, ia sadar harus bangkit dan mencari jalan keluar. "Impian saya sangat sederhana, yaitu hanya ingin keliling dunia," serunya.
Dalam hati Thia masih tersisa sebuah keyakinan untuk bisa sukses dan keliling dunia. Pada suatu titik, ia memutuskan untuk bergabung dengan sebuah perusahaan MLM untuk produk-produk kosmetik dan perawatan kulit. Sebagai buah manis dari perjuangannya, kini ia sudah menjadi top leader ke empat di perusahaan ini, dan sudah bepergian ke 15 kota di dunia.
"Saya butuh waktu 12 tahun dan jatuh bangun untuk mencapainya. Tapi sejak awal saya yakin saya bisa sukses," bebernya. Keyakinan ini membuatnya tetap bersemangat, dan membantunya untuk berhasil memeluk mimpinya seperti sekarang.
Maka peluncuran buku ini bertujuan untuk memotivasi semua orang untuk selalu bersyukur dan bangkit dari semua masalah yang membuat kita terpuruk. Ia berharap buku ini bisa menyakinkan banyak orang bahwa mereka bukan satu-satunya orang yang mengalami masalah di dunia ini, dan mereka masih punya teman senasib agar bisa bangkit dan mengejar mimpi mereka.
Setelah sukses, kini Thia masih punya sebuah mimpi dalam hidupnya, yaitu membantu para downline-nya di MLM agar bisa sukses dan mencicipi semua kenikmatan yang dirasakannya sekarang.
Sabtu, 21 Juli 2012
Payudara Kebesaran, Akhirnya Meledak
Operasi implan memang akan membantu wanita mendapatkan ukuran payudara yang diinginkannya. Maka dari itu banyak wanita yang tergoda untuk melakukannya. Akan tetapi malang bagi wanita satu ini. Ia harus merasakan sakit luar biasa akibat implannya meledak.
Demi mendapatkan dada yang membusung, Lindsey Easeman (27 tahun) rela mencari utangan untuk membayar operasi implan payudara. Hasilnya memang memuaskan ukuran payudara yang semula 36B menjadi 36 DD.
Tapi ternyata kebahagiaan Lindsey tak berlangsung lama. Empat tahun setelah operasi, implan pada payudaranya pecah dan berakibat fatal hingga membuatnya sakit parah.
Lindsey adalah salah satu dari ribuan wanita Inggris yang terpikat oleh janji implan payudara murah yang ditawarkan oleh perusahaan Prancis PIP (Poly Implant Prosthese).
Sekitar 50.000 wanita di Inggris telah melakukan implan payudara dengan membayar 3.500 poundsterling (Rp 49 juta) atau sekitar setengah dari harga operasi payudara biasanya.
Dilaporkan 70 orang wanita telah mengalami penderitaan seperti Lindsey karena implannya pecah.
“Saya melakukan operasi implan payudara beberapa tahun lalu yang hasilnya terlihat fantastis. Tapi setahun terakhir ini, saya sering merasakan sakit di dada yang luar biasa,” ujar Lindsey yang tinggal di Kirkby, Merseyside, seperti dilansir dari The Sun.
Setelah sering merasakan sakit dan menemukan benjolan aneh di ketiaknya, Lindsey pergi ke dokter dan melakukan USG scan. Hasil USG menunjukkan bahwa implan di payudara kanannya telah pecah dan hancur.
“Gel implan itu bocor sehingga menyebabkan benjolan. Saya dan keluarga hanya bisa menangis,” jelas Lindsey lebih lanjut.
Lindsey menuturkan bahwa perusahaan implan tersebut telah menjanjikan garansi kebocoran seumur hidup. Namun, pada kenyataannya implan tersebut memiliki tingkat pecah abnormal yang tinggi.
Ketika Wanita Menagis, Jangan Ucapkan Hal-hal Ini
Menangis identik sering dilakukan oleh wanita. Hal tersebut wajar karea wanita menyikapi sebuah masalah cenderung lebih emosional. Saat wanita menangis, tingkat sensitifnya akan semakin meninggi. Untuk menenangkanya anda harus lebih berhati-hati dalam bertindak dan bertutur kata. Banyak kalimat yang tak baik bila diucapkan ketika wanita tengah menangis. Kalimat tersebut diantaranya adalah seperti berikut.
Dikutip dari Made Man, ini enam hal yang jangan pernah dikatakan kepada wanita yang sedang menangis.
1. “Sudahlah, Lupakan Saja”
Ini adalah perkataan paling kejam yang dilontarkan pada wanita ketika dia sedang menangis. Wanita tidak perlu diberitahu kapan mereka harus melupakan kesedihannya. Setiap orang mengatasi kesedihan dan rasa dukanya dengan cara yang berbeda. Ada yang bisa dengan cepat melupakan masalah, tapi ada juga yang baru bisa melupakannya setelah berminggu-minggu. Lama ataupun cepat, rasa sedih itu pun akan berangsur-angsur hilang. Mengatakan hal tersebut hanya akan membuatnya kesal dan justru lebih sulit rasa sedihnya itu hilang.
2. “Masalahnya Tidak Seburuk Itu”/ “Itu Bisa Saja Lebih Buruk dari Ini”
Wanita menangis karena ada hal sangat buruk yang menimpanya saat itu. Meskipun mungkin masalah tersebut terlihat sepele di mata pria atau orang lain, jika wanita sampai menangis pastilah karena kejadian yang tidak menyenangkan. Mengatakan kalau masalahnya tidak terlalu buruk akan terkesan seperti meremehkan, padahal mungkin itu adalah hal yang sangat penting baginya.
3. “Aku Mengerti Perasaanmu”
Faktanya, tidak ada orang yang benar-benar tahu apa yang dirasakan wanita saat dia menangis. Kalimat tersebut memang bisa menunjukkan simpati, tapi akan terkesan ‘palsu’ terutama jika diucapkan oleh pria yang sudah menyakiti hatinya. Menepuk bahu atau merangkul akan lebih efektif membuat perasaan wanita lebih baik daripada mengucapkan kata-kata tersebut.
4. “Kamu Lagi Datang Bulan Ya?”
Perasaan wanita memang lebih sensitif dan sentimentil saat datang bulan, tapi bukan berarti mereka bisa terima jika dikatakan seperti itu saat menangis. Perkataan tersebut terkesan menyamaratakan dan merendahkan gendernya sebagai wanita. Mereka akan merasa tangisannya dianggap remeh dan tidak berarti –terjadi karena siklus bulanan.
5. “Tolong Jangan Menangis”
Melarang wanita menangis saat dia merasa sangat sedih bukanlah ide yang baik. Solusi terbaik menghadapi situasi tersebut adalah membiarkan dia meluapkan perasaannya. Memintanya berhenti menangis sama saja dengan mengatakan kalau, dirinya sangat tidak stabil dan tangisannya itu mengganggu. Memintanya berhenti menangis justru akan membuatnya semakin berlinang air mata. Cara terbaik menghadapi wanita menangis adalah membiarkannya hingga berhenti dan mendengar curhatan setelahnya.
6. “Reaksi Kamu Terlalu Berlebihan”
Bukan pilihan kata yang tepat untuk diungkapkan kepada wanita yang sedih atau putus asa. Di dalam pikiran wanita, dia tidak pernah merasa reaksinya terlalu berlebihan terhadap apapun. Jika dia sampai menangis, memang ada sesuatu yang sangat sentimentil baginya. Mengatakan hal tersebut akan membuatnya merasa dianggap bermasalah dengan kondisi mental.
Ciuman sang Bunda 'Bangkitkan' Putrinya dari Ambang Kematian
Sabtu, 21/07/2012 12:07 WIB
Dokter mengatakan tak ada lagi harapan bagi Alice yang tengah koma di rumah sakit karena terserang meningitis. Sang bunda pun memberikan pelukan dan ciuman terakhir sebagai ucapan selamat tinggal. Tak disangka, ciuman tersebut justru membuat kondisi Alice membaik.
Alice yang saat itu masih berusia 14 bulan harus terbaring koma setelah sebulan sebelumnya terserang meningitis berat. Penyakit itu telah memicu gagal ginjal dan kemudian catastrophic stroke.
Kondisi tersebut membuat Alice harus terbaring koma di rumah sakit dan bergantung pada mesin dialisis, ventilator dan mesin pendukung kehidupan lainnya.
Tapi tubuh Alice terlalu rapuh untuk bisa terus ditopang mesin pendukung kehidupan. Dokter pun mengatakan tak ada harapan lagi bagi Alice.
Sang bunda, Jennifer Lawson (31 tahun), akhirnya memutuskan untuk mematikan mesin pendukung kehidupan dan merelakan putri kecilnya pergi untuk selamanya. Bahkan organ Alice rencananya akan didonorkan pada anak lain yang membutuhkan.
Ciuman lembut penuh haru pun jadi tanda perpisahan bagi ibu dan anak ini. Jennifer memeluk kepala putrinya, mencondongkan tubuh dan mendaratkan ciuman di dahi Alice.
"Saya hanya berusaha untuk mengatakan betapa kami mencintainya, saya berharap dia bisa mendengar dan mengerti. Saya berbicara padanya bahwa tak ada yang salah. Saya merasakan kehangatan pada tubuhnya, merah muda di pipinya. Dia tampak seperti bayi yang sedang tidur.
Masa lalu dan masa depan bergabung pada saat itu. Saya mengatakan betapa bangganya saya memiliki dia. Dia telah berjuang begitu lama dan bisa beristirahat sekarang. Dan saya berbaring di sampingnya.
Saya mencium gadis kecilku. Dia begitu hangat dan nyaman. Saya tidak bisa membayangkan ia akan mati," ujar Jennifer Lawson, yang berasal dari Lincolnshire, Inggris, seperti dilansir Dailymail, Sabtu (21/7/2012).
Naluri Jennifer ternyata benar. Ciuman terakhirnya seolah menjadi mukjizat dan yang terjadi selanjutnya adalah keajaiban. Alice tidak jadi meninggal.
Ketika mesin pendukung kehidupannya dimatikan pada 24 Maret 2010, ia mulai bernapas sendiri. Semangat hidup gadis kecil ini sangat besar. Baik Jennifer dan pasangannya Phil Lloyd (36 tahun), cukup bisa percaya bahwa putrinya tidak jadi masuk ke dalam fase tidur abadi.
"Seolah-olah gelembung keputusasaan telah muncul. Rasa sakit yang tertahan akhirnya larut. Lovely Alice kembali bersama kami. Kami merasa menyaksikan keajaiban," kenang Jennifer.
Setelah bangkit dari kematian, Alice yang kini telah berusia 3,5 tahun tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik. Wajahnya seperti boneka dengan mata biru, pipi kemerahan dan bibirnya selalu mengembangkan senyum yang mempesona.
Meningitis adalah suatu peradangan dari selaput-selaput otak (yang disebut meningen), yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis dapat disebabkan oleh berbagai macam virus dan bakteri.
Penyakit meningitis merupakan penyakit yang menyerang selaput otak dengan angka kematian mencapai 50 persen. Jika lolos dari maut, balita akan mengalami gejala-gejala dari sisa penyakitnya seperti lumpuh, tuli, epilepsi, lamban dan retardasi mental.
Gejala klinis meningitis yang khas seperti demam tinggi, kejang, penurunan kesadaran dengan ditandai berkurangnya respons terhadap rangsangan.
Pada bayi, gejalanya seperti demam (62 persen), hipotermia (tubuh merasa sangat kedinginan), letargi (penurunan kesadaran), kesulitan minum, muntah, diare, sesak napas, kejang atau ubun-ubun besar membonjol.
Dokter mengatakan tak ada lagi harapan bagi Alice yang tengah koma di rumah sakit karena terserang meningitis. Sang bunda pun memberikan pelukan dan ciuman terakhir sebagai ucapan selamat tinggal. Tak disangka, ciuman tersebut justru membuat kondisi Alice membaik.
Alice yang saat itu masih berusia 14 bulan harus terbaring koma setelah sebulan sebelumnya terserang meningitis berat. Penyakit itu telah memicu gagal ginjal dan kemudian catastrophic stroke.
Kondisi tersebut membuat Alice harus terbaring koma di rumah sakit dan bergantung pada mesin dialisis, ventilator dan mesin pendukung kehidupan lainnya.
Tapi tubuh Alice terlalu rapuh untuk bisa terus ditopang mesin pendukung kehidupan. Dokter pun mengatakan tak ada harapan lagi bagi Alice.
Sang bunda, Jennifer Lawson (31 tahun), akhirnya memutuskan untuk mematikan mesin pendukung kehidupan dan merelakan putri kecilnya pergi untuk selamanya. Bahkan organ Alice rencananya akan didonorkan pada anak lain yang membutuhkan.
Ciuman lembut penuh haru pun jadi tanda perpisahan bagi ibu dan anak ini. Jennifer memeluk kepala putrinya, mencondongkan tubuh dan mendaratkan ciuman di dahi Alice.
"Saya hanya berusaha untuk mengatakan betapa kami mencintainya, saya berharap dia bisa mendengar dan mengerti. Saya berbicara padanya bahwa tak ada yang salah. Saya merasakan kehangatan pada tubuhnya, merah muda di pipinya. Dia tampak seperti bayi yang sedang tidur.
Masa lalu dan masa depan bergabung pada saat itu. Saya mengatakan betapa bangganya saya memiliki dia. Dia telah berjuang begitu lama dan bisa beristirahat sekarang. Dan saya berbaring di sampingnya.
Saya mencium gadis kecilku. Dia begitu hangat dan nyaman. Saya tidak bisa membayangkan ia akan mati," ujar Jennifer Lawson, yang berasal dari Lincolnshire, Inggris, seperti dilansir Dailymail, Sabtu (21/7/2012).
Naluri Jennifer ternyata benar. Ciuman terakhirnya seolah menjadi mukjizat dan yang terjadi selanjutnya adalah keajaiban. Alice tidak jadi meninggal.
Ketika mesin pendukung kehidupannya dimatikan pada 24 Maret 2010, ia mulai bernapas sendiri. Semangat hidup gadis kecil ini sangat besar. Baik Jennifer dan pasangannya Phil Lloyd (36 tahun), cukup bisa percaya bahwa putrinya tidak jadi masuk ke dalam fase tidur abadi.
"Seolah-olah gelembung keputusasaan telah muncul. Rasa sakit yang tertahan akhirnya larut. Lovely Alice kembali bersama kami. Kami merasa menyaksikan keajaiban," kenang Jennifer.
Setelah bangkit dari kematian, Alice yang kini telah berusia 3,5 tahun tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik. Wajahnya seperti boneka dengan mata biru, pipi kemerahan dan bibirnya selalu mengembangkan senyum yang mempesona.
Meningitis adalah suatu peradangan dari selaput-selaput otak (yang disebut meningen), yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis dapat disebabkan oleh berbagai macam virus dan bakteri.
Penyakit meningitis merupakan penyakit yang menyerang selaput otak dengan angka kematian mencapai 50 persen. Jika lolos dari maut, balita akan mengalami gejala-gejala dari sisa penyakitnya seperti lumpuh, tuli, epilepsi, lamban dan retardasi mental.
Gejala klinis meningitis yang khas seperti demam tinggi, kejang, penurunan kesadaran dengan ditandai berkurangnya respons terhadap rangsangan.
Pada bayi, gejalanya seperti demam (62 persen), hipotermia (tubuh merasa sangat kedinginan), letargi (penurunan kesadaran), kesulitan minum, muntah, diare, sesak napas, kejang atau ubun-ubun besar membonjol.
Jumat, 20 Juli 2012
Diminta Operasi Plastik, Gyuri 'KARA' Kecewa
Jumat, 20/07/2012 15:03 WIB
Jakarta - Leader KARA Gyuri ternyata punya kisah sedih sebelum debut. Oleh sebuah agensi, ia diminta untuk menandatangani kontrak yang isinya menyetujui operasi plastik.
Agensi itu menyatakan dalam kontraknya bahwa operasi plastik dibutuhkan sebelum debut. Gyuri tak bisa debut jika tak setuju dengan kontrak tersebut.
"Sebelum debut, aku siap menandatangani kontrak dengan sebuah agensi dan pergi bersama orangtuaku untuk melihat kontraknya," kisah Gyuri dilansir AllKPop, Jumat (20/7/2012).
Tapi di kontrak itu tertulis persiapan operasi plastik dan mereka bilang aku tak akan bisa debut jika wajahku tak diperbaiki," sambungnya.
Gyuri dan orangtuanya tentu kecewa mendengar hal tersebut. "Aku sangat kecewa karena mereka mengatakan itu (operasi plastik) di depan orangtua yang melahirkanku," keluhnya.
Pemimpin KARA, Park Gyuri berbagi beberapa foto lama dari ketika ia menjadi model majalah.
Pada tanggal 4, penyanyi ini membagi dua foto di bawah ini yang ditemukan oleh para penggemarnya melalui halaman resmi Twitter-nya dan menulis, "Wow. Di mana Anda bahkan menemukan hal-hal ini? Ini adalah ketika saya masih di kelas lima. Keren. "
Malu untuk mengungkapkan foto dirinya dalam pakaian putih -seperti putri, Gyuri berkomentar, "Gaun itu diberikan kepada saya untuk dipakai. Jujur! "
Namun, bukan gaunnya, netizens lebih terfokus pada kecantikannya yang tidak berubah nya. "Dia seorang dewi karena dia masih muda," tulis mereka, selain, "Indah setiap kali aku melihatnya," dan "Ini tak ternilai harganya!"
Jakarta - Leader KARA Gyuri ternyata punya kisah sedih sebelum debut. Oleh sebuah agensi, ia diminta untuk menandatangani kontrak yang isinya menyetujui operasi plastik.
Agensi itu menyatakan dalam kontraknya bahwa operasi plastik dibutuhkan sebelum debut. Gyuri tak bisa debut jika tak setuju dengan kontrak tersebut.
"Sebelum debut, aku siap menandatangani kontrak dengan sebuah agensi dan pergi bersama orangtuaku untuk melihat kontraknya," kisah Gyuri dilansir AllKPop, Jumat (20/7/2012).
Tapi di kontrak itu tertulis persiapan operasi plastik dan mereka bilang aku tak akan bisa debut jika wajahku tak diperbaiki," sambungnya.
Gyuri dan orangtuanya tentu kecewa mendengar hal tersebut. "Aku sangat kecewa karena mereka mengatakan itu (operasi plastik) di depan orangtua yang melahirkanku," keluhnya.
Pemimpin KARA, Park Gyuri berbagi beberapa foto lama dari ketika ia menjadi model majalah.
Pada tanggal 4, penyanyi ini membagi dua foto di bawah ini yang ditemukan oleh para penggemarnya melalui halaman resmi Twitter-nya dan menulis, "Wow. Di mana Anda bahkan menemukan hal-hal ini? Ini adalah ketika saya masih di kelas lima. Keren. "
Malu untuk mengungkapkan foto dirinya dalam pakaian putih -seperti putri, Gyuri berkomentar, "Gaun itu diberikan kepada saya untuk dipakai. Jujur! "
Namun, bukan gaunnya, netizens lebih terfokus pada kecantikannya yang tidak berubah nya. "Dia seorang dewi karena dia masih muda," tulis mereka, selain, "Indah setiap kali aku melihatnya," dan "Ini tak ternilai harganya!"
Rabu, 18 Juli 2012
Sehari Usai Melahirkan, Uma Thurman Bawa Bayi Jalan-jalan
Kamis, 19/07/2012 09:00 WIB
Jakarta - Biasanya seorang ibu masih beristirahat sehari setelah melahirkan. Namun rupanya hal tersebut tak berlaku bagi bintang 'Kill Bill' Uma Thurman.
Uma baru melahirkan anak ketiganya hari Minggu 15 Juli lalu. Namun pada Senin, ia sudah terlihat duduk-duduk di sebuah kafe di New York.
Uma terlihat sangat santai. Ia tak mengenakan make up, rambut yang tak tertata, dan pakaian seadanya. Hanya kaos abu polos, celana hitam selutut, dan sandal jepit berwarna senada.
Ia tak lupa menggendong bayinya yang baru berusia satu hari. Bayi perempuan itu terbungkus selimut putih. Demikian dilansir Aceshowbiz, Kamis (19/7/2012).
Bayi tersebut adalah anak pertama Uma bersama kekasihnya Arpad Busson. Sebelumnya Uma sudah dikaruniai dua anak Maya (14) dan Levon (10) buah pernikahannya dengan Ethan Hawke.
Jakarta - Biasanya seorang ibu masih beristirahat sehari setelah melahirkan. Namun rupanya hal tersebut tak berlaku bagi bintang 'Kill Bill' Uma Thurman.
Uma baru melahirkan anak ketiganya hari Minggu 15 Juli lalu. Namun pada Senin, ia sudah terlihat duduk-duduk di sebuah kafe di New York.
Uma terlihat sangat santai. Ia tak mengenakan make up, rambut yang tak tertata, dan pakaian seadanya. Hanya kaos abu polos, celana hitam selutut, dan sandal jepit berwarna senada.
Ia tak lupa menggendong bayinya yang baru berusia satu hari. Bayi perempuan itu terbungkus selimut putih. Demikian dilansir Aceshowbiz, Kamis (19/7/2012).
Bayi tersebut adalah anak pertama Uma bersama kekasihnya Arpad Busson. Sebelumnya Uma sudah dikaruniai dua anak Maya (14) dan Levon (10) buah pernikahannya dengan Ethan Hawke.
Senin, 16 Juli 2012
Ini yang Terjadi Pada Wanita Saat Sedang Haid
Senin, 16/07/2012 08:28 WIB
Dari perubahan fisik hingga perubahan mental, seorang wanita hadapi saat menstruasi. Tapi, ada beberapa perubahan sementara yang hanya dialami seorang wanita saat menstruasi saja.Berikut beberapa perubahan yang terjadi pada wanita saat sedang haid, seperti dilansir boldsky, Senin (16/7/2012):
1. Perubahan suasana hati
Ketika seorang wanita sedang menstruasi, perubahan suasana hati biasanya terlihat dengan jelas. Tiga hari pertama menstruasi, saat perdarahan berat terjadi merupakan hari-hari yang paling menjengkelkan bagi wanita. Belum lagi ditambah dengan kram dan nyeri perut yang menyiksa.
2. Jerawat
Wajah berjerawat adalah salah satu masalah kulit paling umum yang dihadapi oleh wanita. Seminggu sebelum menstruasi, banyak wanita mendapatkan jerawat menyakitkan di wajah atau leher. 'Ledakan jerawat' ini dianggap sebagai tanda siklus menstruasi akan datang. Jerawat muncul karena panas dalam tubuh yang meningkat sebelum seorang wanita mulai mendapatkan periode menstruasi.
3. Kurangnya nafsu makan
Ketika sedang menstruasi, perubahan suasana hati akan dapat menurunkan nafsu makan. Tak hanya itu, minat untuk melakukan suatu kegiatan pun juga berkurang.
4. Suara berubah
Menurut banyak penelitian, suara seorang wanita berubah ketika dia sedang menstruasi. Ini didapatkan jika suara wanita direkam baik selama dan setelah menstruasi. Ketika diputar ulang, ditemukan ada perubahan suara wanita ketika dia sedang menstruasi. Kualitas, modulasi dan pitch lebih rendah jika dibandingkan dengan hari biasa.
5. Infeksi kelamin
Pada saat ini, wanita lebih rentan terhadap infeksi di daerah kelaminnya. Pembalut dapat memiliki efek samping juga. Jadi, menjaga kebersihan alat kelamin sangat penting. Ganti pembalut wanita setidaknya setiap 6 jam.
Jika Anda menggunakan pembalut terlalu lama, mungkin akan mengembangkan bau menyengat yang kuat, yang pada gilirannya dapat menyebabkan infeksi. Juga, pembalut wanita adalah rumah bagi bakteri. Jadi ganti dan cuci alat kelamin Anda sesering mungkin.
MENSTRUASI merupakan
suatu hal yang dihadapi oleh setiap wanita dalam masa suburnya. Ada
banyak perubahan terjadi pada seorang wanita dalam siklus menstruasinya.
Dari perubahan fisik hingga perubahan mental, seorang wanita hadapi saat menstruasi. Tapi, ada beberapa perubahan sementara yang hanya dialami seorang wanita saat menstruasi saja.Berikut beberapa perubahan yang terjadi pada wanita saat sedang haid, seperti dilansir boldsky, Senin (16/7/2012):
1. Perubahan suasana hati
Ketika seorang wanita sedang menstruasi, perubahan suasana hati biasanya terlihat dengan jelas. Tiga hari pertama menstruasi, saat perdarahan berat terjadi merupakan hari-hari yang paling menjengkelkan bagi wanita. Belum lagi ditambah dengan kram dan nyeri perut yang menyiksa.
2. Jerawat
Wajah berjerawat adalah salah satu masalah kulit paling umum yang dihadapi oleh wanita. Seminggu sebelum menstruasi, banyak wanita mendapatkan jerawat menyakitkan di wajah atau leher. 'Ledakan jerawat' ini dianggap sebagai tanda siklus menstruasi akan datang. Jerawat muncul karena panas dalam tubuh yang meningkat sebelum seorang wanita mulai mendapatkan periode menstruasi.
3. Kurangnya nafsu makan
Ketika sedang menstruasi, perubahan suasana hati akan dapat menurunkan nafsu makan. Tak hanya itu, minat untuk melakukan suatu kegiatan pun juga berkurang.
4. Suara berubah
Menurut banyak penelitian, suara seorang wanita berubah ketika dia sedang menstruasi. Ini didapatkan jika suara wanita direkam baik selama dan setelah menstruasi. Ketika diputar ulang, ditemukan ada perubahan suara wanita ketika dia sedang menstruasi. Kualitas, modulasi dan pitch lebih rendah jika dibandingkan dengan hari biasa.
5. Infeksi kelamin
Pada saat ini, wanita lebih rentan terhadap infeksi di daerah kelaminnya. Pembalut dapat memiliki efek samping juga. Jadi, menjaga kebersihan alat kelamin sangat penting. Ganti pembalut wanita setidaknya setiap 6 jam.
Jika Anda menggunakan pembalut terlalu lama, mungkin akan mengembangkan bau menyengat yang kuat, yang pada gilirannya dapat menyebabkan infeksi. Juga, pembalut wanita adalah rumah bagi bakteri. Jadi ganti dan cuci alat kelamin Anda sesering mungkin.
Minggu, 15 Juli 2012
Takut Operasi, Ussy Ingin Melahirkan Normal
Minggu, 15/07/2012 09:20 WIB
Jakarta - Ussy Sulistiawaty mengaku ingin melalui proses melahirkan secara normal. Meski melahirkan bukan hal yang baru baginya, pelantun 'Klik' itu megaku masih merasa takut untuk bersalin secara caesar.
"Aku pengennya normal, dari dulu juga normal kan aku nggak pengen operasi-operasian, mudah-mudahan normal lah, serem ah operasi," tuturnya saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (14/7/2012).
Sang suami, Andhika mengaku bahagia menanti kelahiran si buah hati. Andhika juga menuturkan, janin Ussy sudah diketahui berjenis kelamin perempuan.
"Iya udah ketahuan juga perempuan nih," katanya Andhika sumringah.
Ussy diprediksi akan melalui proses bersalin pada pertengahan November mendatang. Saat ini kedua pasangan itu juga sedang menyiapkan segala kebutuhan si buah hati. Ussy Sulistiawaty mengatakan bahwa dirinya diperkirakan akan melahirkan anak dari pernikahannya dengan Andhika Pratama pada pertengahan bulan November 2012.
“Sekarang ini lima bulan, perkiraan dokter lahirnya 20 November-an,” kata Ussy saat ditemui dalam acara Sosialisasi BBM Nonsubsidi, di Pom Bensin Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (14/7/2012).
Ibu dua anak itu mengaku sudah sangat siap melahirkan anak ketiganya. Bahkan, dirinya tetap ingin melahirkan secara normal calon anaknya yang sudah diketahui jenis kelaminnya, perempuan.
“Sudah ketahuan perempuan. Aku pinginnya normal, dulu juga normal. Aku enggak pingin operasi-operasian, mudah-mudahan normal,” harapnya.
Meski jenis kelamin sudah diketahui, namun Ussy dan Andhika belum menyiapkan nama untuk calon anaknya. Dirinya hanya menyiapkan makanan dan vitamin.
“Belum. Kita siapin saja makanan dan asupan vitaminnya,” jelasnya.
Di usia kehamilan yang memasuki bulan ke 5 artis Ussy
Sulistiawaty lebih pilih-pilih job yang akan diterimanya. Sadar akan
kondisinya yang sedang hamil, dirinya hanya menerima job yang
ringan-ringan saja.
"Kalau aku mikirnya kan selama setiap bulan kan memang cek setiap
dokter. Ambil kerjaan yang memang ringan-ringan aja," ujar Ussy ketika
mensosialisasikan penggunaan BBM non subsidi di SPBU Kuningan, Jakarta
Selatan, Sabtu (14/7/2012).Untuk menghindari kelelahan, Ussy juga tidak menggunakan sepatu hak tinggi dalam jangka waktu lama, hal tersebut untuk menghindari terulang kembali peristiwa dirinya masuk rumah sakit.
"Dua bulan pertama, karena kata dokter plasentanya belum nempel. Jadi kemarin-kemarin kan aku masih nyanyi ya, akhirnya pulang dari luar kota kita masuk RS. Makanya menghindari lama lama pakai sepatu tinggi," jelasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)












