Jakarta - Penyanyi Syahrini selalu terlihat fresh saat
tampil di depan kamera atau pun ketika dirinya menghadiri sebuah acara.
Apa sih rahasianya?
"Saya selalu berpikir positif dan pola hidup
sehat. Menjaga mood juga penting untuk penampilan," ujarnya saat ditemui
di acara ulang tahun C&R yang digelar di Meruya, Jakarta Barat,
pada Jumat (24/8/2012).
Selain mengatur pola makan, pelantun lagu 'Sesuatu' itu juga rajin mengkonsumsi vitamin untuk menjaga kesehatannya.
"Pasti
konsumsi vitamin dan suplemen setiap hari. Kalau nggak dibantu itu,
aktivitas dan mobilitas saya bisa terganggu," jelasnya.
Sebagai
penyanyi, Syahrini memang sangat menjaga kesehatannya. Gadis asal Bogor,
Jawa Barat itu pun tak ingin terlihat kecapekan saat tampil di atas
panggung.
"Saya rasa sebagai entertainer harus selalu menjaga
penampilan karena selalu di atas panggung. Nggak boleh terlihat capek
dan lelah," ucapnya.
Syahrini mengaku berat badannya naik sejak
bulan Ramadan. Oleh karena itu, kekasih Bubu itu berniat untuk rutin
berolahraga lagi.
"Ya lagi coba olahraga lagi, balik lagi mau pilates," tandasnya.
Jumat, 24 Agustus 2012
Kamis, 23 Agustus 2012
Pekerja Wanita yang Sedang Hamil Wajib Perhatikan Ini
Jakarta, Hamil adalah saat paling berharga dalam
kehidupan seorang wanita. Ada banyak perubahan di tubuh wanita selama
masa kehamilan. Lalu bagaimana dengan wanita karir yang tetap harus
bekerja? Ada beberapa tips agar ibu hamil bekerja tetap sehat.
Wanita hamil yang tetap bekerja harus sangat berhati-hati karena banyak faktor yang dapat membahayakan janinnya. Berikut beberapa tips yang perlu diingat wanita hamil yang bekerja, seperti dilansir boldsky, Jumat (24/8/2012):
1. Hindari tangga
Saat sedang hamil, sebaiknya hindari menaiki tangga dan pilihlah lift. Tangga dapat membuat Anda mudah lelah dan juga dapat menjadi alasan untuk kecelakaan karena lantai kantor yang basah atau licin. Selain itu, ibu hamil sebaiknya menghindari tangga karena menempatkan tekanan pada plasenta.
Jika dokter Anda telah menyarankan untuk menghindari tangga, pastikan Anda mengikuti hal itu. Jika kebetulan Anda sedang naik tangga, hindari membawa barang-barang berat. Berpegangan dan memanjat secara perlahan. Kenakan sandal datar agar tidak terpleset dan juga nyaman.
2. Bawa camilan sehat
Ibu hamil memerlukan makanan dengan gizi seimbang, yang harus dimakan dalam interval pendek. Untuk itu, sebaiklah bawalan makanan ringan yang sehat ke kantor, seperti buah-buahan, sehingga membuat Anda dan janin tumbuh dengan sehat.
3. Jauhi asap rokok dan kafein
Asupan kafein bisa berbahaya bagi janin. Menurut banyak penelitian, konsumsi kafein dapat menyebabkan keguguran terutama pada trimester pertama. Kafein merupakan zat adiktif yang memiliki stimulan yang dapat berbahaya untuk tumbuh kembang janin.
Demikian pula dengan rokok yang mengandung nikotin, yang dapat membahayakan pertumbuhan dan perkembangan janin. Ketika Anda merokok atau menghisap asap rokok, bayi akan kekurangan oksigen dan ini akan mempengaruhi pertumbuhannya. Selain itu, merokok dikaitkan dengan kelahiran prematur, keguguran dan cacat lahir.
4. Fokus pada posisi duduk
Duduklah lurus di kursi. Anda juga dapat menambahkan bantal untuk meredakan sakit punggung. Jika Anda merasa tidak nyaman dan mual, ambil napas dalam-dalam dan makanlah sesuatu.
5. Istirahat adalah keharusan
Duduk di satu tempat untuk durasi yang lama dapat memperlambat sirkulasi darah dalam tubuh. Pastikan Anda melakukan istirahat kecil. Berjalan santai dan banyak minum air dapat mengontrol perasaan menjengkelkan dan penyakit lainnya.
Wanita hamil yang tetap bekerja harus sangat berhati-hati karena banyak faktor yang dapat membahayakan janinnya. Berikut beberapa tips yang perlu diingat wanita hamil yang bekerja, seperti dilansir boldsky, Jumat (24/8/2012):
1. Hindari tangga
Saat sedang hamil, sebaiknya hindari menaiki tangga dan pilihlah lift. Tangga dapat membuat Anda mudah lelah dan juga dapat menjadi alasan untuk kecelakaan karena lantai kantor yang basah atau licin. Selain itu, ibu hamil sebaiknya menghindari tangga karena menempatkan tekanan pada plasenta.
Jika dokter Anda telah menyarankan untuk menghindari tangga, pastikan Anda mengikuti hal itu. Jika kebetulan Anda sedang naik tangga, hindari membawa barang-barang berat. Berpegangan dan memanjat secara perlahan. Kenakan sandal datar agar tidak terpleset dan juga nyaman.
2. Bawa camilan sehat
Ibu hamil memerlukan makanan dengan gizi seimbang, yang harus dimakan dalam interval pendek. Untuk itu, sebaiklah bawalan makanan ringan yang sehat ke kantor, seperti buah-buahan, sehingga membuat Anda dan janin tumbuh dengan sehat.
3. Jauhi asap rokok dan kafein
Asupan kafein bisa berbahaya bagi janin. Menurut banyak penelitian, konsumsi kafein dapat menyebabkan keguguran terutama pada trimester pertama. Kafein merupakan zat adiktif yang memiliki stimulan yang dapat berbahaya untuk tumbuh kembang janin.
Demikian pula dengan rokok yang mengandung nikotin, yang dapat membahayakan pertumbuhan dan perkembangan janin. Ketika Anda merokok atau menghisap asap rokok, bayi akan kekurangan oksigen dan ini akan mempengaruhi pertumbuhannya. Selain itu, merokok dikaitkan dengan kelahiran prematur, keguguran dan cacat lahir.
4. Fokus pada posisi duduk
Duduklah lurus di kursi. Anda juga dapat menambahkan bantal untuk meredakan sakit punggung. Jika Anda merasa tidak nyaman dan mual, ambil napas dalam-dalam dan makanlah sesuatu.
5. Istirahat adalah keharusan
Duduk di satu tempat untuk durasi yang lama dapat memperlambat sirkulasi darah dalam tubuh. Pastikan Anda melakukan istirahat kecil. Berjalan santai dan banyak minum air dapat mengontrol perasaan menjengkelkan dan penyakit lainnya.
Rabu, 22 Agustus 2012
Merkel dan Hillary, Perempuan Terkuat di Dunia
Jakarta
Siapa perempuan paling kuat di dunia? Menurut majalah Forbes, Kanselir
Jerman Angela Merkel dan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton ada di
urutan puncak. Setelah itu Presiden Brazil Dilma Rousseff.
Forbes melansir daftar 100 Wanita Kuat 2012 dalam beragam bidang seperti politik, bisnis, media, hiburan dan non-profit. Peringkat mereka ditentukan dengan menghitung kekayaan, kemunculan di media dan dampak secara keseluruhan.
Daftar 100 Wanita Kuat itu juga meliputi 25 CEO yang mengelola revenue hingga US$ 984 miliar. 100 Perempuan itu berasal dari 28 negara, dengan usia rata-rata 55.
Enam belas wanita masuk daftar untuk pertama kalinya, termasuk penyanyi Jennifer Lopez, mantan kandidat presiden AS dari Partai Republik Michele Bachmann, Meg Whitman dari HP dan Marissa Mayer dari Yahoo.
Lady Gaga, penyanyi pop, masuk di urutan 14 dan berusia 26 tahun yang berarti wanita termuda di daftar tersebut. Sedangkan wanita kuat tertua adalah Ratu Elizabeth II dari Inggris berusia 86, berada di peringkat 26.
Sementara Ibu Negara AS Michelle Obama ada di nomor tujuh, Presiden India Sonia Gandhi di urutan enam. Editor eksekutif wanita pertama dari The New York Times, Jill Abramson, duduk di nomor lima, sedangkan filantropis berpengaruh Melinda Gates berada di peringkat keempat.
Bagi Merkel, posisi teratas ini merupakan kali keduanya yang didapatnya berturut-turut dan mencerminkan perannya dalam mencoba menyelesaikan krisis keuangan Uni Eropa. "Dia adalah 'Iron Lady' dari Uni Eropa dan pemain utama dalam drama ekonomi zona Euro yang terus mengancam pasar global," tulis Forbes sebagaimana diberitakan AFP, Kamis (23/8/2012).
Tokoh politik utama AS yang masuk daftar adalah Menteri Keamanan Dalam Negeri Janet Napolitano yang duduk di urutan 9. Dia juga kepala perempuan pertama departemen itu.
Forbes melansir daftar 100 Wanita Kuat 2012 dalam beragam bidang seperti politik, bisnis, media, hiburan dan non-profit. Peringkat mereka ditentukan dengan menghitung kekayaan, kemunculan di media dan dampak secara keseluruhan.
Daftar 100 Wanita Kuat itu juga meliputi 25 CEO yang mengelola revenue hingga US$ 984 miliar. 100 Perempuan itu berasal dari 28 negara, dengan usia rata-rata 55.
Enam belas wanita masuk daftar untuk pertama kalinya, termasuk penyanyi Jennifer Lopez, mantan kandidat presiden AS dari Partai Republik Michele Bachmann, Meg Whitman dari HP dan Marissa Mayer dari Yahoo.
Lady Gaga, penyanyi pop, masuk di urutan 14 dan berusia 26 tahun yang berarti wanita termuda di daftar tersebut. Sedangkan wanita kuat tertua adalah Ratu Elizabeth II dari Inggris berusia 86, berada di peringkat 26.
Sementara Ibu Negara AS Michelle Obama ada di nomor tujuh, Presiden India Sonia Gandhi di urutan enam. Editor eksekutif wanita pertama dari The New York Times, Jill Abramson, duduk di nomor lima, sedangkan filantropis berpengaruh Melinda Gates berada di peringkat keempat.
Bagi Merkel, posisi teratas ini merupakan kali keduanya yang didapatnya berturut-turut dan mencerminkan perannya dalam mencoba menyelesaikan krisis keuangan Uni Eropa. "Dia adalah 'Iron Lady' dari Uni Eropa dan pemain utama dalam drama ekonomi zona Euro yang terus mengancam pasar global," tulis Forbes sebagaimana diberitakan AFP, Kamis (23/8/2012).
Tokoh politik utama AS yang masuk daftar adalah Menteri Keamanan Dalam Negeri Janet Napolitano yang duduk di urutan 9. Dia juga kepala perempuan pertama departemen itu.
Selasa, 21 Agustus 2012
Kapolres Kediri Minta Maaf kepada Korban Salah Tangkap, Siap Tanggung Jawab
Kediri -
Kapolres Kediri AKBP Kasero Manggolo meminta maaf kepada Mintoro dan
keluarganya akibat insiden salah tangkap dan kekerasan yang terjadi
pada Minggu (19/8/2012).
Rombongan perwira Polres Kediri datang ke keluarga Mintoro pada Selasa (21/8/2012) Pukul 22.00 wib. Kedatangan kapolres nampaknya dirahasiakan oleh Mintoro.
Sebab ketika detiksurabaya.com mengkonfirmasi, Mintoro mengaku yang bertamu adalah kerabatnya dari Surabaya.
Namun detiksurabaya.com sempat mendapatkan info bila rombongan tamu tersebut disertai camat dan kepala desa. Bahkan sebuah map berlogo Polri tertinggal di rumah Mintoro.
"Kami telah datang ke keluarga korban dan menyampaikan maaf atas kejadian tersebut," kata AKBP Kasero Manggolo kepada detiksurabaya.com di mapolres, Rabu (22/8/2012).
Kasero Manggolo juga menyampaikan bahwa kepolisian akan bertanggung jawab sesuai tuntutan warga yang telah ditandatangani Kepala Desa Selosari Suparli dan Camat Kandat.
Isi kesepakatan itu adalah mengganti kerusakan rumah akibat penggerebekan, menanggung biaya pengobatan dan melakukan proses hukum terhadap anggota kepolisian yang terlibat penggerebekan salah tangkap yang disertai kekerasan.
"Terkait biaya pengobatan yang dibayar oleh korban ke rumah sakit, Pak Mintoro pulang lebih dulu sebelum waktunya. Kami inginnya semua beres hingga sembuh total, tapi Pak Mintoro pulang lebih dulu sebelum sembuh total tanpa sepengetahuan kami," terang Kasero Manggolo.
"Kita bertanggung jawab penuh atas kejadian ini," tegas Kasero.
Korban Temui Kapolres
Sementara Pukul 10.46 Wib, korban salah tangkap yang giginya rompal dihajar polisi berpakaian preman karena diduga pelaku tindak pidana narkoba itu mendatangi Mapolres Kediri di Jalan PB Sudirman didampingi sejumlah orang dengan menumpang mobil.
Begitu tiba, Mintoro langsung diajak masuk ke ruang kapolres dan melangsungkan pertemuan secara tertutup. Belum jelas maksut kedatangan Mintoro menemui kapolres tersebut.
Rombongan perwira Polres Kediri datang ke keluarga Mintoro pada Selasa (21/8/2012) Pukul 22.00 wib. Kedatangan kapolres nampaknya dirahasiakan oleh Mintoro.
Sebab ketika detiksurabaya.com mengkonfirmasi, Mintoro mengaku yang bertamu adalah kerabatnya dari Surabaya.
Namun detiksurabaya.com sempat mendapatkan info bila rombongan tamu tersebut disertai camat dan kepala desa. Bahkan sebuah map berlogo Polri tertinggal di rumah Mintoro.
"Kami telah datang ke keluarga korban dan menyampaikan maaf atas kejadian tersebut," kata AKBP Kasero Manggolo kepada detiksurabaya.com di mapolres, Rabu (22/8/2012).
Kasero Manggolo juga menyampaikan bahwa kepolisian akan bertanggung jawab sesuai tuntutan warga yang telah ditandatangani Kepala Desa Selosari Suparli dan Camat Kandat.
Isi kesepakatan itu adalah mengganti kerusakan rumah akibat penggerebekan, menanggung biaya pengobatan dan melakukan proses hukum terhadap anggota kepolisian yang terlibat penggerebekan salah tangkap yang disertai kekerasan.
"Terkait biaya pengobatan yang dibayar oleh korban ke rumah sakit, Pak Mintoro pulang lebih dulu sebelum waktunya. Kami inginnya semua beres hingga sembuh total, tapi Pak Mintoro pulang lebih dulu sebelum sembuh total tanpa sepengetahuan kami," terang Kasero Manggolo.
"Kita bertanggung jawab penuh atas kejadian ini," tegas Kasero.
Korban Temui Kapolres
Sementara Pukul 10.46 Wib, korban salah tangkap yang giginya rompal dihajar polisi berpakaian preman karena diduga pelaku tindak pidana narkoba itu mendatangi Mapolres Kediri di Jalan PB Sudirman didampingi sejumlah orang dengan menumpang mobil.
Begitu tiba, Mintoro langsung diajak masuk ke ruang kapolres dan melangsungkan pertemuan secara tertutup. Belum jelas maksut kedatangan Mintoro menemui kapolres tersebut.
Minggu, 19 Agustus 2012
Sambut Lebaran, Tya Ariestya Rancang Seragam
Jakarta - Untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri,
biasanya ada kegiatan spesial dalam setiap keluarga yang merayakannya.
Begitu pula yang dilakukan oleh keluarga besar Tya Ariestya.
Dikatakannya, ia telah mempersiapkan baju seragam yang dikenakan saat hari kemenangan tiba.
"Kita sudah buat baju seragam untuk tahun ini. Ini baru pertama ada di keluarga aku sebelumnya nggak pernah," katanya kepada detikHOT.
Baju seragam yang dirancang oleh Tya adalah baju adat Batak dan nasional. Warna yang diberikan dalam busananya itu adalah warna biru berpadu dengan gold.
"Satu lagi itu ijo dengan pink," paparnya.
Untuk tahun ini, gadis yang memiliki nama lengkap Ariestya Noormita Azhar tersebut memilih berlebaran di Jakarta.
Dikatakannya, ia telah mempersiapkan baju seragam yang dikenakan saat hari kemenangan tiba.
"Kita sudah buat baju seragam untuk tahun ini. Ini baru pertama ada di keluarga aku sebelumnya nggak pernah," katanya kepada detikHOT.
Baju seragam yang dirancang oleh Tya adalah baju adat Batak dan nasional. Warna yang diberikan dalam busananya itu adalah warna biru berpadu dengan gold.
"Satu lagi itu ijo dengan pink," paparnya.
Untuk tahun ini, gadis yang memiliki nama lengkap Ariestya Noormita Azhar tersebut memilih berlebaran di Jakarta.
Sabtu, 18 Agustus 2012
Widyawati Punya Tips Agar Rumah Tangga Awet
Jakarta - Widyawati dan almarhum Sophan Sophiaan memang
dikenal sebagai pasangan yang awet. Cinta mereka juga tak habis di
makan umur. Ama rahasianya?
Widyawati mengaku hanya ingin sharing soal menjalani kehidupan rumah tangga. Ia pun tak ingin bermaksud untuk menggurui siapapun.
"Awalnya ketika kami menikah, ego saya tinggi luar biasa. Saya merasa nih gue Widyawati, saya nggak pernah mau mengalah," ujarnya.
"Tapi akhirnya, bung Sophan itu yang mengingatkan bahwa jadi manusia jangan ego. Akhirnya saya juga merasakan untuk apa, ini kan namanya dua kepala jadi satu, pastinya akan ada masalah-masalah, tapi kita harus bisa menyesuaikan dengan cara kita. Jangan mencari kekurangan pasangan tapi lihat selalu kelebihannya," lanjut bintang kelahiran 12 Juli 1950 itu.
Selain itu, ia juga menilai komunikasi adalah hal terpenting dalam setiap rumah tangga. Bahkan, ia mengaku dirinya tak pernah menuntut kepada sang suami dalam hal apapun.
"Kita harus menerima apa adanya karena suami dan istri itu anugerah. Rawatlah, cinta harus tetap dirawat. Jadi tak ada kata, aduh sudah tua jadi males peluk-pelukan. Saya kita nggak seperti itu, justru kemesraan itu harus kita jaga sampai kapanpun," imbuhnya.
Widyawati mengaku hanya ingin sharing soal menjalani kehidupan rumah tangga. Ia pun tak ingin bermaksud untuk menggurui siapapun.
"Awalnya ketika kami menikah, ego saya tinggi luar biasa. Saya merasa nih gue Widyawati, saya nggak pernah mau mengalah," ujarnya.
"Tapi akhirnya, bung Sophan itu yang mengingatkan bahwa jadi manusia jangan ego. Akhirnya saya juga merasakan untuk apa, ini kan namanya dua kepala jadi satu, pastinya akan ada masalah-masalah, tapi kita harus bisa menyesuaikan dengan cara kita. Jangan mencari kekurangan pasangan tapi lihat selalu kelebihannya," lanjut bintang kelahiran 12 Juli 1950 itu.
Selain itu, ia juga menilai komunikasi adalah hal terpenting dalam setiap rumah tangga. Bahkan, ia mengaku dirinya tak pernah menuntut kepada sang suami dalam hal apapun.
"Kita harus menerima apa adanya karena suami dan istri itu anugerah. Rawatlah, cinta harus tetap dirawat. Jadi tak ada kata, aduh sudah tua jadi males peluk-pelukan. Saya kita nggak seperti itu, justru kemesraan itu harus kita jaga sampai kapanpun," imbuhnya.
Kamis, 16 Agustus 2012
Rachel Maryam, Antara Kesibukannya Sebagai Ibu, Istri & Anggota DPR
Jakarta - Sudah tiga tahun ini, Rachel Maryam sibuk
menjalani aktivitasnya sebagai anggota DPR. Meski pekerjaannya itu
sangat menyita waktu, Rachel berusaha membagi waktunya agar tetap bisa
menjadi ibu dan istri yang baik.
Langkahnya menjadi anggota legislatif bukan berarti tanpa hambatan. Seperti yang juga dialami oleh artis lainnya yang terjun ke politik praktis, Rachel pun sempat dihadapkan dengan ucapan miring bernada keraguan. Apakah dirinya bisa memenuhi tugas-tugas dan kewajiban termasuk menjadi wakil suara rakyat di parlemen.
Sembari membenarkan posisi duduknya saat melakukan wawancara bersama detikHOT, Rachel mengungkapkan bahwa hal-hal tersebut adalah tantangan yang harus bisa ia atasi. Selain berpegang pada keyakinan diri bahwa dirinya mampu, ia menganggap bahwa keputusannya terjun ke politik adalah ilmu baru yang bisa ia gali untuk memperkaya diri.
"Saya selalu senang masih diberi kesempatan-kesempatan," ujarnya.
Ketimbang menganggapnya sebagai beban, ia memang lebih memilih untuk menjalankannya sesuai kemampuannya. Seiring itu, ia beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang ia alami, salah satunya dengan perubahan terhadap penampilan dirinya yang kini mengenakan jilbab.
Rachel mengakui, keputusannya untuk berkerudung diambil dengan melalui banyak pertimbangan. Curhat bahwa dirinya sempat galau untuk merubah total penampilannya, ibu dari anak lelaki bernama Muhammad Kale Mata Angin ini akhirnya mantap menutup rapat penampilannya sejak Oktober tahun lalu sepulang dirinya umrah di tanah suci.
Bersama dengan momen itu pula, dirinya juga kembali dianugerahi pasangan hidup pasca bercerai dengan Muhammad Akbar Pradana atau Ebes pada 2010 lalu.
Agak tersipu-sipu, Rachel mengungkapkan sosok pendamping hidupnya kini yaitu Edo, jugalah yang membuatnya tak ragu berkerudung. Ia akui kini dirinya memang telah merasa lengkap. Selain menjadi ibu, kini ia juga telah menemukan sosok imam dalam rumah tangganya.
"Semua blessing yang aku rasain sekarang. Jadi ibu, istri, sekaligus masih bisa menjalani karir sesuai yang aku mau," ungkapnya seraya tersenyum.
Langkahnya menjadi anggota legislatif bukan berarti tanpa hambatan. Seperti yang juga dialami oleh artis lainnya yang terjun ke politik praktis, Rachel pun sempat dihadapkan dengan ucapan miring bernada keraguan. Apakah dirinya bisa memenuhi tugas-tugas dan kewajiban termasuk menjadi wakil suara rakyat di parlemen.
Sembari membenarkan posisi duduknya saat melakukan wawancara bersama detikHOT, Rachel mengungkapkan bahwa hal-hal tersebut adalah tantangan yang harus bisa ia atasi. Selain berpegang pada keyakinan diri bahwa dirinya mampu, ia menganggap bahwa keputusannya terjun ke politik adalah ilmu baru yang bisa ia gali untuk memperkaya diri.
"Saya selalu senang masih diberi kesempatan-kesempatan," ujarnya.
Ketimbang menganggapnya sebagai beban, ia memang lebih memilih untuk menjalankannya sesuai kemampuannya. Seiring itu, ia beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang ia alami, salah satunya dengan perubahan terhadap penampilan dirinya yang kini mengenakan jilbab.
Rachel mengakui, keputusannya untuk berkerudung diambil dengan melalui banyak pertimbangan. Curhat bahwa dirinya sempat galau untuk merubah total penampilannya, ibu dari anak lelaki bernama Muhammad Kale Mata Angin ini akhirnya mantap menutup rapat penampilannya sejak Oktober tahun lalu sepulang dirinya umrah di tanah suci.
Bersama dengan momen itu pula, dirinya juga kembali dianugerahi pasangan hidup pasca bercerai dengan Muhammad Akbar Pradana atau Ebes pada 2010 lalu.
Agak tersipu-sipu, Rachel mengungkapkan sosok pendamping hidupnya kini yaitu Edo, jugalah yang membuatnya tak ragu berkerudung. Ia akui kini dirinya memang telah merasa lengkap. Selain menjadi ibu, kini ia juga telah menemukan sosok imam dalam rumah tangganya.
"Semua blessing yang aku rasain sekarang. Jadi ibu, istri, sekaligus masih bisa menjalani karir sesuai yang aku mau," ungkapnya seraya tersenyum.
Rabu, 15 Agustus 2012
Tingkat Keimutan Bayi Ditentukan oleh Kadar Hormon
Jakarta, Bayi adalah masa di mana seseorang menjadi
makhluk paling imut dan menggemaskan. Tapi adakalanya setiap orang
berbeda dalam melihat tingkat keimutan seorang bayi. Penyebabnya
ternyata bukan masalah selera atau sentimen, melainkan karena perbedaan
kadar hormon.
Sebuah percobaan dilakukan untuk mengetahui kepekaan seseorang terhadap tingkat keimutan bayi. Hasilnya menemukan bahwa wanita menjelang menopause memiliki sensitifitas yang paling tinggi terhadap keimutan bayi dibanding wanita pada usia lainnya.
Para peneliti di University of St Andrews di Skotlandia menguji seberapa baikkah orang-orang dalam menentukan keimutan bayi. Peserta pnelitian diberikan 4 set wajah bayi yang hampir sama dan telah diotak-atik oleh software komputer. Wajah bayi sedikit dimodifikasi untuk mengetahui ciri khas mana yang lebih imut dan mana yang kurang imut. Para peserta kemudian diminta memilih manakah di antara keempat foto tersebut yang lebih imut.
Hasilnya menemukan bahwa wanita usia 19 - 26 tahun dan 45 - 51 tahun lebih sensitif terhadap bayi yang imut dibanding para pria. Wanita berusia 53 - 60 tahun tidak terlalu terkesan dengan keimutan bayi, sama halnya pada pria.
Karena menyadari bahwa usia rata-rata menopause wanita di Inggris adalah 51 tahun, para peneliti menguji apakah menopause lah yang menyebabkan para wanita tua kehilangan sensitifitasnya terhadap keimutan bayi.
Ternyata memang benar. Wanita premenopause lebih peka terhadap keimutan bayi dibanding wanita yang telah mencapai menopause. Wanita peminum pil KB yang dapat meningkatkan kadar hormon reproduksi juga ternyata lebih peka terhadap bayi yang imut dibanding wanita yang tidak minum.
Para peneliti kemudian menemukan bahwa makin banyak kadar estrogen dan progesteron yang dimiliki seorang, makin baik pula kemampuannya dalam mendeteksi perbedaan halus yang menentukan keimutan bayi. Oleh karena itu, wanita pada usia subur lebih sensitif terhadap keimutan bayi.
"Kami menggunakan manipulasi gambar komputer untuk mengembangkan tes persepsi perubahan halus pada wajah bayi. Kami menemukan bahwa wanita muda dan wanita menjelang menopause lebih sensitif terhadap perbedaan keimutan bayi dibandingkan pria. Tingkat sensitifitas terhadap keimutan naik turun sesuai kadar hormon reproduksi wanita," kata peneliti seperti dilansir Discover Magazine, Kamis (16/8/2012).
Penelitian sebelumnya menemukan keimutan bayi berfungsi membuat orang dewasa lebih peduli dan sayang kepada bayi yang membutuhkan perawatan. Namun para peneliti masih belum tahu mengapa wanita pada usia subur dan menjelang menopause lebih peka terhadap keimutan bayi. Penelitian ini tidak menyimpulkan bahwa wanita yang peka terhadap keimutan bayi lebih enggan mengasuh bayi yang kurang imut.
Sebuah percobaan dilakukan untuk mengetahui kepekaan seseorang terhadap tingkat keimutan bayi. Hasilnya menemukan bahwa wanita menjelang menopause memiliki sensitifitas yang paling tinggi terhadap keimutan bayi dibanding wanita pada usia lainnya.
Para peneliti di University of St Andrews di Skotlandia menguji seberapa baikkah orang-orang dalam menentukan keimutan bayi. Peserta pnelitian diberikan 4 set wajah bayi yang hampir sama dan telah diotak-atik oleh software komputer. Wajah bayi sedikit dimodifikasi untuk mengetahui ciri khas mana yang lebih imut dan mana yang kurang imut. Para peserta kemudian diminta memilih manakah di antara keempat foto tersebut yang lebih imut.
Hasilnya menemukan bahwa wanita usia 19 - 26 tahun dan 45 - 51 tahun lebih sensitif terhadap bayi yang imut dibanding para pria. Wanita berusia 53 - 60 tahun tidak terlalu terkesan dengan keimutan bayi, sama halnya pada pria.
Karena menyadari bahwa usia rata-rata menopause wanita di Inggris adalah 51 tahun, para peneliti menguji apakah menopause lah yang menyebabkan para wanita tua kehilangan sensitifitasnya terhadap keimutan bayi.
Ternyata memang benar. Wanita premenopause lebih peka terhadap keimutan bayi dibanding wanita yang telah mencapai menopause. Wanita peminum pil KB yang dapat meningkatkan kadar hormon reproduksi juga ternyata lebih peka terhadap bayi yang imut dibanding wanita yang tidak minum.
Para peneliti kemudian menemukan bahwa makin banyak kadar estrogen dan progesteron yang dimiliki seorang, makin baik pula kemampuannya dalam mendeteksi perbedaan halus yang menentukan keimutan bayi. Oleh karena itu, wanita pada usia subur lebih sensitif terhadap keimutan bayi.
"Kami menggunakan manipulasi gambar komputer untuk mengembangkan tes persepsi perubahan halus pada wajah bayi. Kami menemukan bahwa wanita muda dan wanita menjelang menopause lebih sensitif terhadap perbedaan keimutan bayi dibandingkan pria. Tingkat sensitifitas terhadap keimutan naik turun sesuai kadar hormon reproduksi wanita," kata peneliti seperti dilansir Discover Magazine, Kamis (16/8/2012).
Penelitian sebelumnya menemukan keimutan bayi berfungsi membuat orang dewasa lebih peduli dan sayang kepada bayi yang membutuhkan perawatan. Namun para peneliti masih belum tahu mengapa wanita pada usia subur dan menjelang menopause lebih peka terhadap keimutan bayi. Penelitian ini tidak menyimpulkan bahwa wanita yang peka terhadap keimutan bayi lebih enggan mengasuh bayi yang kurang imut.
Selasa, 14 Agustus 2012
Puput Melati Melahirkan Dengan Operasi Caesar
Berita Wanita, dengan operasi caesar. Istri Ustad Guntur itu, Savia Putri Melati
Al-Qurthubi melahirkan seorang bayi perempuan dengan selamat. Operasi
kelahiran melalui operasi caesar pada Jumat (1/6) jam sebelas malam.
Kelahiran bayi perempuan tersebut tidak sesuai perhitungan kehamilan yang diprediksi akan lahir pada tanggal 7 Juni mendatang. Dan selama masa persalinan Ustad Guntur selalu berada disamping Puput Melati. Selamat atas kelahiran bayi perempuannya
“Alhamdulillah bayinya sudah lahir pas jam 23.11 WIB. Kalau dalam kalender Islam 1 Juni ini bertepatan dengan 11 Rajab. Mudah-mudahan Allah suka dengan yang ganjil-ganjil,” ujar Ustad Guntur di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (2/6/2012) dini hari.
Proses kelahiran Puput memang lebih awal dari yang direncanakan
semula yaitu sekitar tanggal 7 Juni 2012. Namun karena ada kontraksi
lebih awal, maka diputuskan untuk segera melakukan operasi caesar.
“Kata dokter mestinya tanggal 7, makanya tadi masih sempat ngisi acara. Pas periksa tadi malah kontraksi, bayinya sudah tidak sabar,” candanya.
“Prosesnya lancar, memang rencananya tanggal 7 besok, tapi akhirnya kita majukan karena tadi siang sudah ada kontraksi. Kondisi ibunya bagus, sehat bekas operasi yang pertama juga bagus. Jadi alhamdulillah operasinya lancar,” lanjut Ustad Guntur.
Senin, 13 Agustus 2012
Aih.. Cantiknya 10 Eksekutif Wanita di Dalam Negeri Ini
Jakarta - Wanita hanya cocok untuk jadi ibu rumah
tangga? Mungkin tidak juga, apalagi di jaman sekarang ini. Siapa bilang
jadi wanita tak bisa sukses mengurus rumah tangga sekaligus menjadi
pebisnis maupun eksekutif?
Wanita bisa menjadi seorang pemimpin maupun eksekutif yang hebat. Kalimat ini bukanlah hanya sekedar isapan jempol belaka. Pasalnya, hal tersebut telah dibuktikan oleh wanita-wanita cantik yang sukses menjadi para pemimpin perusahaan maupun eksekutif ini.
Yuk, mengintip cantiknya 10 eksekutif 'kantoran' di berbagai bidang pekerjaan yang berhasil dirangkum detikFinance, Selasa (14/8/2012).
Putri Kuswisnu Wardani kini menjabat sebagai Presiden Direktur PT Mustika Ratu Tbk (MRAT). Putri berhasil meraih predikat Master of Business Administration from National University, Inglewood, California, AS.
Ia bergabung bersama MRAT pada 1986 sebagai Head of Promotion and Advertising Departement. Putri sangat fokus untuk mendukung produk dalam negeri. Ia mengatakan produk dalam negeri dan ritel nasional harus selalu mengembangkan diri, meningkatkan kinerja dan kerjasama yang lebih intens untuk meningkatkan kepuasan konsumen.
Wanita bisa menjadi seorang pemimpin maupun eksekutif yang hebat. Kalimat ini bukanlah hanya sekedar isapan jempol belaka. Pasalnya, hal tersebut telah dibuktikan oleh wanita-wanita cantik yang sukses menjadi para pemimpin perusahaan maupun eksekutif ini.
Yuk, mengintip cantiknya 10 eksekutif 'kantoran' di berbagai bidang pekerjaan yang berhasil dirangkum detikFinance, Selasa (14/8/2012).
Putri Kuswisnu Wardani kini menjabat sebagai Presiden Direktur PT Mustika Ratu Tbk (MRAT). Putri berhasil meraih predikat Master of Business Administration from National University, Inglewood, California, AS.
Ia bergabung bersama MRAT pada 1986 sebagai Head of Promotion and Advertising Departement. Putri sangat fokus untuk mendukung produk dalam negeri. Ia mengatakan produk dalam negeri dan ritel nasional harus selalu mengembangkan diri, meningkatkan kinerja dan kerjasama yang lebih intens untuk meningkatkan kepuasan konsumen.
Kamis, 09 Agustus 2012
Dilarang Yulia Bertemu Anak, Demian Dinilai Tak Minta Baik-baik
Jakarta - Demian selama ini mengaku dilarang oleh Yulia Rachman untuk menemui anaknya, Arka. Namun, hal tersebut dibantah pihak Yulia.
Kuasa hukum Yulia, Milano sekaligus juga membantah bahwa Demian dilarang pihak sekolah untuk bertemu Arka.
"Jadi begini, ceritanya Demian datang ke sekolahnya Arka, itu memang benar dan Demian di situ membawa tiga orang kuasa hukum dan juga infotainment. Itu kan sekolah internasional, mana boleh sembarangan masuk," tutur Milano saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2012).
"Akhirnya Demian bertemu dengan kepala sekolah dan Demian diminta untuk bertemu dulu dengan Yulia Rachman yang kebetulan juga tengah ada di sekolah saat itu," sambungnya.
Namun, permintaan kepala sekolah itu tak digubris Demian. Ia pun memilih untuk pergi bahkan seakan menghindar untuk bertemu Yulia Rachman dan memilih jalan samping.
"Demian malah keluar dari pintu samping supaya tak bertemu dengan Yulia. Jadi tak ada itu melarang untuk bertemu anaknya. Yang benar seharusnya Demian berbicara baik-baik dan meminta izin dulu kepada Yulia untuk bertemu," tandas Milano.
Kuasa hukum Yulia, Milano sekaligus juga membantah bahwa Demian dilarang pihak sekolah untuk bertemu Arka.
"Jadi begini, ceritanya Demian datang ke sekolahnya Arka, itu memang benar dan Demian di situ membawa tiga orang kuasa hukum dan juga infotainment. Itu kan sekolah internasional, mana boleh sembarangan masuk," tutur Milano saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2012).
"Akhirnya Demian bertemu dengan kepala sekolah dan Demian diminta untuk bertemu dulu dengan Yulia Rachman yang kebetulan juga tengah ada di sekolah saat itu," sambungnya.
Namun, permintaan kepala sekolah itu tak digubris Demian. Ia pun memilih untuk pergi bahkan seakan menghindar untuk bertemu Yulia Rachman dan memilih jalan samping.
"Demian malah keluar dari pintu samping supaya tak bertemu dengan Yulia. Jadi tak ada itu melarang untuk bertemu anaknya. Yang benar seharusnya Demian berbicara baik-baik dan meminta izin dulu kepada Yulia untuk bertemu," tandas Milano.
Selasa, 07 Agustus 2012
Pengalaman baru Manohara di bulan Ramadan
Ini bukan pertama kali Manohara bekerja di bulan Ramadan. Kegiatan syuting yang dilakukannya dengan Dimas Beck, Nadine Alexandra, Yama Carlos, memberi Manohara tambahan ilmu baru.
"It's something new for me. Jadi aku excited banget. Aku belajar banyak banget," tuturnya saat ditemui di lokasi syuting kawasan SCBD Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (5/8). Film
Dalam film debutnya ini, Mano berperan sebagai tokoh Vera, perempuan penyuka belanja dan narsis.
Manohara dapat menjalankan ibadah puasanya tahun ini dengan lancar mengingat di tahun-tahun sebelumnya ia menjalani stripping. Oleh karena itu, ia menikmati syuting filmnya.
Tak banyak job yang diterima Mano bulan Ramadan ini. Hal tersebut membuat dirinya makin punya banyak waktu untuk berkumpul dengan keluarga.
"Aku paling suka semua keluarga kumpul. Kemarin nenek dateng masak masakan khusus Makassar," ungkapnya. Pengalaman syuting dan juga kumpul keluarga mendatangkan kebahagiaan baginya.
"Happy karena kemarin-kemarin gak sempet seperti ini (kumpul keluarga). Tahun ini seneng banget," ujarnya. (kpl/hen/dka)
Senin, 06 Agustus 2012
Mengenal Lita, Shinta, Ria: Pengacara Muda Cantik & Berbakat
Jakarta - Muda, cantik, smart dan passionate akan
profesinya, begitulah deskripsi singkat yang bisa ditarik dari ketiga
sosok ini. Mereka pun telah menyadari kecintaan akan profesi ini dari
usia yang masih begitu dini. Nurmalita Malik dari Lubis Ganie
Surowidjojo, Shinta Nurfauzia Husni dari Lubis Santosa & Maramis dan
Ria Lusiana dari Adnan Buyung Nasution & Partners, ketiganya
menekuni profesi pengacara dari usia yang begitu muda.
Lita yang kini telah memasuki tahun ke-5 sebagai pengacara, pernah menjadi lulusan terbaik di Fakultas Hukum Trisakti dan telah mengantongi gelar Master. Kesukaannya akan dunia hukum makin terasah dengan segala aktivitas senat, pengaturan organisasi hingga membuat undang-undang, jelasnya sambil bernostalgia akan masa kuliah.
Dengan memilih pengacara sebagai profesi, Lita merasakan lebih banyak keuntungan dalam menghadapi hidup. Ia merasa jadi orang yang lebih bertahan dalam segala situasi, kritis dalam menghadapi sebuah permasalahan, hingga kemampuan komunikasi publik yang semakin terasah.
Terdengar ekstrem, tapi Shinta yang memasuki Fakultas Hukum Universitas Indonesia di tahun 2006 dan kini berpofesi sebagai Junior Associate menyadari kesukaannya akan dunia debat hukum sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Setelah kurang lebih dua tahun menjalani profesinya, ia menyadari bahwa apa yang ia pelajari di sekolah sangatlah berbeda pengaplikasiannya dengan yang ada di lapangan.
"Salah satu yang membuat dunia pengacara semakin menantang adalah kita selalu disajikan oleh hal-hal baru setiap harinya. Aku juga tidak melulu mengambil kasus klien berbayar. Dengan mengambil kasus pro bono (tak berbayar), aku merasa bisa banyak bantu orang," ujar wanita berusia 24 tahun ini menambahkan.
Beda halnya dengan Ria, meskipun usianya baru 23 tahun, passionnya terhadap profesi pengacara telah berkembang sedemikian besar. Ia bahkan sudah memiliki target untuk memiliki firma hukum sendiri maupun dengan mitra.
Lulusan Universitas Gajah Mada tahun 2010 ini kini memfokuskan diri pada lingkup litigasi komersil dan arbitrase internasional. Hobinya mengikuti debat dan organisasi selama masa kuliah dulu diakuinya sangat membantu dalam menjalani profesinya saat ini. Selain mental yang semakin tertempa, ia pun terus belajar untuk menguatkan segala argumen yang disampaikan.
Lita yang kini telah memasuki tahun ke-5 sebagai pengacara, pernah menjadi lulusan terbaik di Fakultas Hukum Trisakti dan telah mengantongi gelar Master. Kesukaannya akan dunia hukum makin terasah dengan segala aktivitas senat, pengaturan organisasi hingga membuat undang-undang, jelasnya sambil bernostalgia akan masa kuliah.
Dengan memilih pengacara sebagai profesi, Lita merasakan lebih banyak keuntungan dalam menghadapi hidup. Ia merasa jadi orang yang lebih bertahan dalam segala situasi, kritis dalam menghadapi sebuah permasalahan, hingga kemampuan komunikasi publik yang semakin terasah.
Terdengar ekstrem, tapi Shinta yang memasuki Fakultas Hukum Universitas Indonesia di tahun 2006 dan kini berpofesi sebagai Junior Associate menyadari kesukaannya akan dunia debat hukum sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Setelah kurang lebih dua tahun menjalani profesinya, ia menyadari bahwa apa yang ia pelajari di sekolah sangatlah berbeda pengaplikasiannya dengan yang ada di lapangan.
"Salah satu yang membuat dunia pengacara semakin menantang adalah kita selalu disajikan oleh hal-hal baru setiap harinya. Aku juga tidak melulu mengambil kasus klien berbayar. Dengan mengambil kasus pro bono (tak berbayar), aku merasa bisa banyak bantu orang," ujar wanita berusia 24 tahun ini menambahkan.
Beda halnya dengan Ria, meskipun usianya baru 23 tahun, passionnya terhadap profesi pengacara telah berkembang sedemikian besar. Ia bahkan sudah memiliki target untuk memiliki firma hukum sendiri maupun dengan mitra.
Lulusan Universitas Gajah Mada tahun 2010 ini kini memfokuskan diri pada lingkup litigasi komersil dan arbitrase internasional. Hobinya mengikuti debat dan organisasi selama masa kuliah dulu diakuinya sangat membantu dalam menjalani profesinya saat ini. Selain mental yang semakin tertempa, ia pun terus belajar untuk menguatkan segala argumen yang disampaikan.
Minggu, 05 Agustus 2012
Neneng Dibawakan Sepatu Merah Oleh Sang Ibunda
Jakarta
Neneng
Sri Wahyuni yang ditahan di Rutan KPK dijenguk sang Ibunda. Tersangka
kasus dugaan korupsi proyek PLTS di Kemenakertrans itu dibawakan dua
pasang sepatu, salah satunya berwarna merah.
Hari Senin dan Kamis merupakan waktu jam besuk keluarga untuk mengunjungi tahanan di Rutan KPK. Waktu ini pun digunakan juga oleh Ibunda Neneng Sri Wahyuni untuk menengok anaknya.
Pantauan detikcom, Ibunda Neneng yang mengenakan baju muslim berwarna ungu itu datang sendirian ke Rutan KPK, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Senin (6/8/2012).
Tak ada yang menemani dia yang terlihat sudah berumur lanjut. Namun sambil tersenyum Ibunda Neneng terlihat membawa sebuah paper bag berwarna pink.
Di dalam terlihat ada dua sepatu dalam kardus Sepatu itu berwarna hitam dan merah.
"Ini untuk Neneng," jawab dia sambil bergegas menuju Rutan KPK.
Entah untuk apa sepatu itu nantinya. Apakah Neneng juga akan mengenakan sepatu itu saat diperiksa atau bahkan saat di persidangan? Waktu yang bakal menjawab.
Hari Senin dan Kamis merupakan waktu jam besuk keluarga untuk mengunjungi tahanan di Rutan KPK. Waktu ini pun digunakan juga oleh Ibunda Neneng Sri Wahyuni untuk menengok anaknya.
Pantauan detikcom, Ibunda Neneng yang mengenakan baju muslim berwarna ungu itu datang sendirian ke Rutan KPK, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Senin (6/8/2012).
Tak ada yang menemani dia yang terlihat sudah berumur lanjut. Namun sambil tersenyum Ibunda Neneng terlihat membawa sebuah paper bag berwarna pink.
Di dalam terlihat ada dua sepatu dalam kardus Sepatu itu berwarna hitam dan merah.
"Ini untuk Neneng," jawab dia sambil bergegas menuju Rutan KPK.
Entah untuk apa sepatu itu nantinya. Apakah Neneng juga akan mengenakan sepatu itu saat diperiksa atau bahkan saat di persidangan? Waktu yang bakal menjawab.
Jumat, 03 Agustus 2012
Wanita Ini Miliki Payudara Asli Seberat 38,5 Kg
Annie mengaku ukuran payudaranya adalah 102ZZZ. Karena ukurannya yang fantastis itu, ia harus menanggung beban setara bobot dua anak usia 4 tahun. Beban itu kerap membuatnya mengalami mati rasa di area bahu dan sakit tak terkira jika berdiri terlalu lama.
Sejak kecil Annie sering diejek karena kelainan yang dideritanya, namun ia tetap berusaha menjalani hidup positif. Ia juga mengatakan sering sulit melakukan aktivitas sehari-hari karena terhalang oleh payudaranya. "Aku tidak akan mengenakan sabuk pengaman karena terlalu ketat di payudaraku," imbuhnya.
Wanita berusia 53 tahun ini mengalami gangguan kesehatan langka yang disebut gigantomastia. Kelainan itu membuat payudaranya terus tumbuh sepanjang hidupnya, sehingga ukuran yang sekarang masih berpeluang lebih besar lagi. Meski begitu Annie tidak berminat mengoperasinya.
"Aku tidak pernah berpikir untuk mengoperasinya," ujar wanita asal Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, ini. "Mengapa harus memperbaiki sesuatu yang tidak rusak?" (wk/mr)
Rabu, 01 Agustus 2012
Ketika perenang wanita lebih cepat dari pria
Perenang
China Ye Shiwen yang baru berusia 16 tahun memicu pujian pada
penampilannya di Olimpiade 2012 London. Ye Shiwen meraih emas kedua
Olimpiade, membuat rekor Olimpiade di nomor 200m gaya ganti
perseorangan. Tiga hari sebelumnya dengan mengejutkan meraih kemenangan
dan membuat rekor dunia di nomor 400m gaya ganti.
Ye mencatat waktu total 4 menit 28,13 detik untuk nomor 400 meter gaya ganti perseorangan. Catatan totalnya lebih lambat 0,03 detik dari Ryan Lochte. Tetapi, paa 50 meter terakhir, Ye Shiwen berenang lebih cepat dari Lochte. Catatan waktu Ye adalah 28,93 detik dibanding Lochte 29,10 detik.
Bahkan, jika Ye bertarung pada Olimpiade 1964, 1968, dan 1972, dia bisa meraih emas nomor sama pada kategori pria.
Ye Shiwen menangkis tuduhan doping. Ofisial China juga membantah tegas.
"Ye Shiwen terlihat sebagai orang jenius sejak ia muda dan penampilannya membuktikan itu," kata Xu Qi, pimpinan ofisial tim renang China, kepada kantor berita Xinhua.
"Jangan gunakan kecurigaan Anda untuk menjatuhkan orang lain. Ini menunjukkan kurangnya penghargaan pada atlet dan pada perenang China," katanya menambahkan.
Soal doping ini muncul setelah harian Inggris The Times menyudutkan penampilan cemerlang Ye. Harian tersebut bahkan merujuk pada penyediaan doping oleh pemerintah yang pernah dilakukan China pada 1980-an dan 1990-an.
"Rekor waktu Ye dalam nomor bebas hampir tak bisa dipercaya," tulis The Times dalam berita utama mereka. Dalam berita tersebut The Times juga menulis soal Li Zhesi, atlet China yang berusia 16 tahun. Li gagal tampil pada olimpiade karena terbukti mengonsumsi obat pemacu aliran darah EPO. Li adalah teman berlatih Ye.
"Dunia renang di China punya sejarah memalukan terkait doping, dan pencapaian apapun yang didapat oleh atlet mereka sangat dekat dengan kritik dan sinisme," tulis Daily Telegraph, seperti dikutip dari AFP.
Ye mencatat waktu total 4 menit 28,13 detik untuk nomor 400 meter gaya ganti perseorangan. Catatan totalnya lebih lambat 0,03 detik dari Ryan Lochte. Tetapi, paa 50 meter terakhir, Ye Shiwen berenang lebih cepat dari Lochte. Catatan waktu Ye adalah 28,93 detik dibanding Lochte 29,10 detik.
Bahkan, jika Ye bertarung pada Olimpiade 1964, 1968, dan 1972, dia bisa meraih emas nomor sama pada kategori pria.
Ye Shiwen menangkis tuduhan doping. Ofisial China juga membantah tegas.
"Ye Shiwen terlihat sebagai orang jenius sejak ia muda dan penampilannya membuktikan itu," kata Xu Qi, pimpinan ofisial tim renang China, kepada kantor berita Xinhua.
"Jangan gunakan kecurigaan Anda untuk menjatuhkan orang lain. Ini menunjukkan kurangnya penghargaan pada atlet dan pada perenang China," katanya menambahkan.
Soal doping ini muncul setelah harian Inggris The Times menyudutkan penampilan cemerlang Ye. Harian tersebut bahkan merujuk pada penyediaan doping oleh pemerintah yang pernah dilakukan China pada 1980-an dan 1990-an.
"Rekor waktu Ye dalam nomor bebas hampir tak bisa dipercaya," tulis The Times dalam berita utama mereka. Dalam berita tersebut The Times juga menulis soal Li Zhesi, atlet China yang berusia 16 tahun. Li gagal tampil pada olimpiade karena terbukti mengonsumsi obat pemacu aliran darah EPO. Li adalah teman berlatih Ye.
"Dunia renang di China punya sejarah memalukan terkait doping, dan pencapaian apapun yang didapat oleh atlet mereka sangat dekat dengan kritik dan sinisme," tulis Daily Telegraph, seperti dikutip dari AFP.
Langganan:
Postingan (Atom)













