Kediri -
Kapolres Kediri AKBP Kasero Manggolo meminta maaf kepada Mintoro dan
keluarganya akibat insiden salah tangkap dan kekerasan yang terjadi
pada Minggu (19/8/2012).
Rombongan perwira Polres Kediri datang
ke keluarga Mintoro pada Selasa (21/8/2012) Pukul 22.00 wib. Kedatangan
kapolres nampaknya dirahasiakan oleh Mintoro.
Sebab ketika detiksurabaya.com mengkonfirmasi, Mintoro mengaku yang bertamu adalah kerabatnya dari Surabaya.
Namun detiksurabaya.com sempat mendapatkan info bila rombongan tamu
tersebut disertai camat dan kepala desa. Bahkan sebuah map berlogo Polri
tertinggal di rumah Mintoro.
"Kami telah datang ke keluarga korban dan menyampaikan maaf atas
kejadian tersebut," kata AKBP Kasero Manggolo kepada detiksurabaya.com
di mapolres, Rabu (22/8/2012).
Kasero Manggolo juga menyampaikan
bahwa kepolisian akan bertanggung jawab sesuai tuntutan warga yang telah
ditandatangani Kepala Desa Selosari Suparli dan Camat Kandat.
Isi
kesepakatan itu adalah mengganti kerusakan rumah akibat penggerebekan,
menanggung biaya pengobatan dan melakukan proses hukum terhadap anggota
kepolisian yang terlibat penggerebekan salah tangkap yang disertai
kekerasan.
"Terkait biaya pengobatan yang dibayar oleh korban ke
rumah sakit, Pak Mintoro pulang lebih dulu sebelum waktunya. Kami
inginnya semua beres hingga sembuh total, tapi Pak Mintoro pulang lebih
dulu sebelum sembuh total tanpa sepengetahuan kami," terang Kasero
Manggolo.
"Kita bertanggung jawab penuh atas kejadian ini," tegas Kasero.
Korban Temui Kapolres
Sementara
Pukul 10.46 Wib, korban salah tangkap yang giginya rompal dihajar
polisi berpakaian preman karena diduga pelaku tindak pidana narkoba itu
mendatangi Mapolres Kediri di Jalan PB Sudirman didampingi sejumlah
orang dengan menumpang mobil.
Begitu tiba, Mintoro langsung
diajak masuk ke ruang kapolres dan melangsungkan pertemuan secara
tertutup. Belum jelas maksut kedatangan Mintoro menemui kapolres
tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar